”Karena pihak rumah sakit tidak memberikan surat rujukan resmi, saya terpaksa menebus dan membayar obat tersebut memakai biaya mandiri, padahal status kepesertaan BPJS saya aktif kelas satu,” tutur AX.
AX membeberkan bahwa pengelola RS Paru Sumatera Barat bahkan sempat menyayangkan ketiadaan surat rujukan tersebut karena prosedur administrasi antarfasilitas kesehatan seharusnya diterbitkan resmi jika rumah sakit perujuk mengalami kekosongan stok.
Selain itu, AX mengeluhkan tindakan invasif pada 18 Mei 2026. Saat itu prosedur pemasangan alat ke saluran kemih (PGUC) dilakukan langsung tanpa proses pembiusan dan tanpa persetujuan tindakan medis (informed consent).
”Sebelum tindakan, dijelaskan kepada saya bahwa saya akan dibius. Tetapi, di meja tindakan langsung dipasang tanpa anestesi sama sekali. Rasanya sangat sakit dan membuat saya trauma, hingga saya protes keras meminta tindakan dihentikan,” ucap AX.
AX mengatakan bahwa prosedur administrasi tersebut akhirnya dialihkan ke tindakan biopsi dengan pembiusan total setelah adanya penolakan dan protes langsung dari pihak pasien di dalam ruang tindakan.
AX juga menyoroti penurunan kualitas selang nefrostomi pengganti yang dipasang pada pinggangnya saat operasi darurat pada 25 Juli 2026. Ia menilai bahwa selang itu mudah terlipat, patah, dan menghambat aliran urine. Ia menyebut bahwa kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya kepastian jadwal penggantian selang secara berkala dari pengelola rumah sakit. Padahal, katanya, rujukan medis menyatakan selang tersebut wajib diperbarui tiap dua hingga tiga pekan sekali.
Masalah administratif dan komunikasi, kata AX, kembali terjadi ketika dosis obat isoniazid (INH) miliknya dipangkas dari 500 miligram menjadi 400 miligram di apotek rumah sakit tanpa adanya edukasi atau penjelasan medis terlebih dahulu.
Sementara itu, Wakil Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUP Dr. M. Djamil, Rizki Rasyidi, mengatakan bahwa pihaknya membuka ruang klarifikasi dan meminta pasien untuk memanfaatkan saluran pengaduan internal yang telah disediakan manajemen rumah sakit.















