Kabarminang – Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mempercepat penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah pada Senin (3/8/2026). Penanganan difokuskan pada perbaikan darurat infrastruktur serta pembersihan material dan sedimen yang terbawa banjir.
Pada Sabtu (8/8/2026), penanganan dilakukan di sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Lapau Munggu, Sungkai, dan SMPN 41 Kota Padang.
Di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Dinas PUPR mengerahkan alat berat untuk membersihkan sedimen sekaligus menangani tanggul yang jebol akibat banjir.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan perbaikan tanggul tersebut telah dilakukan sejak sehari setelah banjir melanda, atau Selasa (4/8/2026).
“Pengerjaan perbaikan tanggul yang jebol di Lapau Munggu langsung kita tindak lanjuti dengan menurunkan alat berat sejak sehari pascabanjir. Langkah cepat ini penting untuk mencegah risiko luapan air susulan,” kata Malvi.
Menurutnya, pengerahan alat berat dimaksimalkan untuk mempercepat proses perbaikan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya luapan air susulan.
Selain Lapau Munggu, pembersihan material sisa banjir juga dilakukan secara intensif di kawasan Sungkai. Tim di lapangan mengangkat sedimen dan material yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Pembersihan juga dilakukan di lingkungan SMPN 41 Kota Padang. Material endapan banjir diangkat untuk memulihkan kondisi lingkungan sekolah sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
“Selain perbaikan infrastruktur di Lapau Munggu, tim di lapangan juga difokuskan untuk pembersihan sisa material banjir di wilayah Sungkai dan area sekolah SMPN 41 Kota Padang,” ujar Malvi.
Ia menambahkan, Dinas PUPR berupaya mempercepat seluruh pekerjaan pembersihan dan pemulihan fasilitas publik.
“Kita berupaya semaksimal mungkin agar seluruh pengerjaan pembersihan dan pemulihan fasilitas publik ini selesai dengan cepat, sehingga aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal,” katanya.
25.924 Jiwa Terdampak Banjir
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang hingga Jumat (7/8/2026), dampak banjir yang terjadi pada awal pekan tersebut terus bertambah.
Sebanyak 25.924 jiwa terdampak, dengan 6.618 rumah terendam. Banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur dan sektor usaha perikanan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan warga terdampak tersebar di lima kecamatan.
Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 3.291 KK atau 12.554 jiwa. Selanjutnya Kecamatan Nanggalo sebanyak 3.192 KK atau 10.567 jiwa, Kuranji 960 KK atau 1.052 jiwa, Padang Selatan 319 KK atau 1.132 jiwa, dan Padang Utara 161 KK atau 619 jiwa.
“Selain dampak terhadap masyarakat, kami juga mencatat sebanyak 6.618 unit rumah terdampak banjir. Rinciannya 3.192 unit di Kecamatan Nanggalo, 788 unit di Kecamatan Kuranji, 2.227 unit di Kecamatan Koto Tangah, 119 unit di Kecamatan Padang Utara, dan 292 unit di Kecamatan Padang Selatan,” kata Hendri pada Jumat (7/8/2026).
Banjir juga merusak sejumlah infrastruktur pengendali air dan fasilitas umum. BPBD mencatat satu bendungan di Lubuk Laweh mengalami kerusakan berat. Kerusakan berat juga terjadi pada satu dam sungai di depan Masjid Taqwa Guo, Kecamatan Kuranji.
Selain itu, satu ruas jalan di Kecamatan Kuranji dan sebuah masjid di kawasan Guo turut terdampak.
Sektor pertanian dan perikanan juga mengalami kerugian. BPBD mencatat satu lahan pertanian mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, sebanyak 19 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) mengalami kerugian dengan total taksiran mencapai Rp327,04 juta.
Kerugian tersebut disebabkan benih dan ikan konsumsi hanyut maupun mati akibat banjir, serta jebolnya bendungan kolam budidaya.
250 Warga Dievakuasi
Dalam penanganan bencana, BPBD bersama Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi dan pendampingan terhadap warga terdampak.
Hingga pembaruan data terakhir, sebanyak 250 warga telah dievakuasi dari lokasi banjir. BPBD juga mencatat satu warga mengalami luka berat akibat patah tulang dan satu warga lainnya mengalami luka ringan.
Sementara itu, sebanyak 1.377 warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinilai aman.
Bantuan juga terus disalurkan kepada masyarakat terdampak. BPBD bersama Dinas Sosial, Baznas Kota Padang, dan sejumlah instansi lainnya menyalurkan berbagai kebutuhan dasar, mulai dari nasi bungkus, air mineral, family kit, perlengkapan anak, kasur, pakaian, kain sarung, biskuit, mi instan, susu UHT hingga selimut.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan Pemko Padang berkomitmen mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sembari mendorong penanganan berskala besar bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Seperti komitmen yang sudah pernah kami sampaikan, Pemerintah Kota melakukan semua yang bisa dilakukan dalam mempercepat rehab-rekon pasca bencana. Sambil mengupayakan percepatan perbaikan skala besar yang melibatkan pemerintah provinsi dan pusat.”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan dalam penanganan bencana di Kota Padang.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak kepada Kota Padang dalam menghadapi bencana beruntun ini. Insya Allah kita bisa pulih dan bangkit lebih baik lagi.”















