Kabarminang – Destinasi wisata Pantai Air Manis kembali dipadati pengunjung selama libur Lebaran 1447 Hijriah, Rabu (25/3/2026). Tidak hanya wisatawan lokal, pengunjung dari luar daerah juga memadati kawasan ini untuk menikmati suasana pantai bersama keluarga.
Tingginya angka kunjungan tersebut dinilai sebagai dampak positif dari program unggulan Pemerintah Kota Padang, “Padang Rancak”, yang berfokus pada peningkatan pelayanan, kebersihan, dan keamanan di kawasan wisata.
Salah satu wisatawan lokal asal Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Anto, mengaku kunjungannya kali ini terasa lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. Ia menilai fasilitas di kawasan pantai kini jauh lebih tertata.
“Kalau dulu sama sekarang, ya lebih bagus sekarang. Anak-anak juga senang main di sini karena banyak permainannya. Aman, toiletnya bersih, parkir juga rapi,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rena Mastuti, wisatawan asal Kabupaten Bungo, Jambi. Ia mengaku puas berlibur di Pantai Air Manis bersama rombongannya.
“Alhamdulillah untuk wisata Padang sangat memuaskan, bagus. Tidak ada pungutan liar, perjalanan lancar, anak-anak juga sangat menikmati,” katanya.
Menurutnya, rombongan dari daerahnya datang dalam jumlah besar untuk menikmati keindahan pantai, kuliner khas, hingga berbagai wahana permainan seperti ATV dan becak hias yang tersedia di lokasi.
Ramainya kunjungan wisatawan ini menjadi bukti bahwa pembenahan sektor pariwisata di Kota Padang mulai menunjukkan hasil positif. Pantai Air Manis pun semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat.
Sebelumnya, Fadly Amran telah meninjau langsung kesiapan kawasan Pantai Air Manis menjelang libur Lebaran pada Senin (16/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan bersamaan dengan kegiatan gotong royong bersama masyarakat dan pengelola wisata.
Dalam kesempatan itu, Fadly menekankan pentingnya menjaga kenyamanan pengunjung melalui penyediaan fasilitas yang memadai. Ia menginstruksikan perbaikan fisik seperti pengecatan ulang fasilitas umum serta penataan taman.
“Kita ingin memastikan pantai ini bersih. Pengunjung yang datang diharapkan merasa puas dengan fasilitas dan pelayanan pasca-Lebaran nanti,” ujarnya.
Ia juga meminta petugas mengatur jadwal kerja secara bergantian guna mengantisipasi lonjakan wisatawan, sehingga pelayanan dapat berjalan optimal selama 24 jam.
Selain itu, Fadly turut menyoroti persoalan klasik seperti pungutan liar dan harga kuliner yang tidak wajar. Ia mengingatkan pelaku usaha dan masyarakat agar menjaga citra pariwisata Kota Padang.
“Jangan sampai karena ulah satu-dua oknum, citra pariwisata Kota Padang menjadi buruk,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pariwisata akan terus melakukan pembinaan serta investasi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas objek wisata dalam program “Jelajah Padang.”
















