“Dia menghancurkan kaca mobil dengan batu, parang, dan tinju,” ucap Rozi.
Setelah situasi aman, kata Rozi, keempat petugas kantor pertanahan Kembali ke lokasi untuk mengambil mobil dinas mereka, lalu pergi ke Markas Polsek Linggo Sari Baganti. Ia mengatakan bahwa keempatnya tiba di markas polsek sekitar pukul 20.00 WIB dan menceritakan seluruh kejadian. Namun, katanya, mereka tidak melaporkan kejadian itu ke polsek.
“Kata mereka, mereka akan berkoodinasi dengan atasan mereka apakah akan melaporkan kejadian itu ke polsek atau polres,” tutur Rozi.
Rozi lalu mencari tahu orang yang mengejar empat petugas Kantor Pertanahan Pesisir Selatan itu. Dari seorang polisi yang tinggal di Sungai Rotan, ia mendapatkan informasi bahwa orang tersebut memiliki masalah kejiwaan.
“Kata keluarganya, dia punya kartu kuning,” ujar Rozi.
















