“Jadi dari manasik di Padang sampai di Makkah dan Madinah, jemaah kita dampingi. Kita ingin mereka mendapatkan bimbingan ibadah sesuai sunnah dan sesuai manhaj yang kita pegang,” kata Arif.
Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi salah satu prinsip yang terus dipertahankan Selatour dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
Keberangkatan ke Tanah Suci, kata dia, tidak hanya dipandang sebagai perjalanan, tetapi juga proses menjalankan ibadah berdasarkan ilmu.
“Yang kita tekankan adalah ilmunya. Sebelum berangkat, jemaah harus tahu apa yang akan dikerjakan. Ketika di Tanah Suci, mereka juga mendapatkan pendampingan,” ujarnya.
Upayakan Keberangkatan dari BIM
Dari sisi perjalanan, Selatour Padang berupaya memberangkatkan jemaah asal Sumatera Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Penerbangan diupayakan langsung maupun dengan jumlah transit seminimal mungkin. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban perjalanan jemaah yang sebelumnya harus melakukan perjalanan tambahan atau transit melalui Jakarta.
“Kalau bisa kita berangkatkan dari BIM, kita berangkatkan dari BIM. Kita upayakan transitnya seminimal mungkin supaya jemaah tidak terlalu lelah,” kata Arif.
Persiapan keberangkatan dilakukan melalui kantor Selatour Cabang Padang, mulai dari pengurusan dokumen, pembagian perlengkapan, manasik hingga pelepasan jemaah.
















