Sebagai atlet dengan disabilitas intelektual, Ratih menegaskan keterbatasan bukan penghalang. Ia memilih menikmati proses, tetap fokus pada tujuan, dan tidak menjadikan kondisinya sebagai hambatan untuk berprestasi.
Momen paling berat sekaligus berkesan bagi Ratih adalah saat ditargetkan meraih medali emas. Kerja keras itu akhirnya terbayar pada 2022, ketika ia berhasil meraih emas pertamanya.
“Percaya diri itu penting. Jangan pernah merasa disabilitas adalah kekurangan. Jangan dengarkan omongan orang lain, tapi banggalah pada diri sendiri, karena selalu ada hal tak terduga dalam hidup. Yang terpenting, jangan pernah menyerah untuk bangkit dan meraih kesuksesan,” ujar Ratih.
Prestasi Ratih bukan sekadar soal medali, melainkan tentang keberanian, konsistensi, dan keyakinan bahwa keterbatasan bukan akhir dari mimpi.
















