“Silakan datangi RS Bhayangkara Padang untuk mencocokkan ciri-ciri anggota keluarga yang hilang,” ucap Afrino.
Afrino menambahkan bahwa penyelidikan terkait identitas asli, penyebab pasti kematian, hingga waktu tewasnya korban kini diambil alih oleh tenaga ahli. Ia menyebut bahwa kepolisian menyerahkan proses identifikasi lanjutan sepenuhnya kepada tim medis dan forensik RS Bhayangkara.
Sementara itu, seorang Dubalang Koto Tangah, Herlangga, menceritakan bahwa proses evakuasi mayat diwarnai kendala medan yang sangat terjal dan ekstrem. Jarak lokasi kejadian dari titik pemukiman terdekat mencapai 2,5 hingga 3 kilometer.
”Akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Seluruh tim harus menembus perbukitan dan menyusuri sungai dengan berjalan kaki selama satu hingga dua jam,” tutur Herlangga.
Herlanggara menerangkan bahwa kondisi geografis yang berat turut diperparah oleh ketiadaan akses komunikasi bagi para petugas penyelamat.
Saat evakuasi berlangsung, Herlangga mengatakan bahwa terdapat keluarga korban dari kawasan Baringin yang datang mengklaim bahwa mayat itu anggota keluarganya karena kehilangan kerabat sejak dua minggu lalu. Namun, kepastian identitas resmi belum dapat divalidasi karena warga sekitar lokasi penemuan juga tidak ada yang mengenali korban.
”Untuk menjaga kondisi bukti medis, jenazah tidak kami buka di lokasi penemuan. Jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara,” tutur Herlangga.
Herlangga menduga korban sudah cukup lama tewas berdasarkan tingkat kerusakan fisik mayatnya.
“Kami perkirakan pria tersebut sudah meninggal dunia sekitar lima hingga enam hari yang lalu,” tuturnya.
View this post on Instagram














