“Memang dari dulu dia ingin sekali menjadi guru SD. Dia sangat penyayang terhadap anak-anak. Pembawaannya memang seperti guru SD. Anak-anak suka sekali sama dia,” tutur ayahnya.
Sifat baik Siti tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi teman-teman dan tetangganya. Di mata orang-orang terdekat, Siti merupakan pribadi yang santun dan disenangi lingkungan sekitarnya.
Meski kehilangan putri tercinta, keluarga mengaku ikhlas dan percaya bahwa Siti telah mendapatkan tempat terbaik. Mereka berharap bahwa pencapaian Siti ini tidak sekadar menjadi kenangan, tetapi menjadi pelecut semangat bagi adik-adiknya dan mahasiswa lainnya yang masih berjuang.
“Lihat perjuangan kakaknya sampai akhir. Walaupun dia tidak sempat menikmati hasilnya, itu bisa menjadi motivasi bahwa apa yang sudah dimulai harus diselesaikan sampai akhir,” ucap Erliningsih.
Dalam wisuda itu doa mengalir dari keluarga besar Universitas Bung Hatta agar Siti Azzahra mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan atas kepergian sosok anak yang dikenal berbakti tersebut.















