Menurutnya, RUU TNI berpotensi menghidupkan kembali dwifungsi militer, sementara RUU Polri dikhawatirkan menjadikan kepolisian sebagai lembaga superbody dengan kewenangan nyaris tanpa batas.
Aliansi mahasiswa juga mengecam keras tindakan represif aparat terhadap demonstran, termasuk insiden meninggalnya Affan Kurniawan. Dedi menyebut tragedi itu sebagai bukti nyata bahwa aparat gagal menjalankan fungsi perlindungan terhadap rakyat dan justru melanggar hak asasi manusia.
14 Anggota DPR RI Sumbar yang Disorot
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti peran 14 anggota DPR RI asal Sumbar yang dianggap gagal memperjuangkan kepentingan daerah. Berikut nama-namanya:
Dapil Sumbar 1:
Lisda Hendrajoni, Andre Rosiade, Zigo Rolanda, Athari Ghauthi Ardi, Rahmat Saleh, Alex Indra Lukman, M. Shadiq Pasadigoe, dan Rico Alviano.
Dapil Sumbar II:
Nevi Zuairina, Arisal Aziz, Mulyadi, Cindy Monica Salsabila Setiawan, Benny Utama, dan Ade Rezki Pratama.
Koordinator Pusat BEM SB, Rifaldi, menegaskan bahwa aksi ini adalah peringatan keras bagi DPR dan pemerintah pusat.
“Suara rakyat adalah suara Tuhan. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami siap menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar di seluruh Sumbar,” tegasnya.
















