Setibanya di lokasi sekitar pukul 16.40 WIB, sebagian mahasiswa bersantai di tepi pantai sambil menyantap makanan. Sementara delapan mahasiswa lainnya memutuskan masuk ke perairan untuk berenang.
Menurut Mahardicka, Rayhan yang mengalami gangguan penglihatan atau rabun, berenang bersama tiga rekannya. Saat berada di dalam air, kacamata yang dikenakannya terlepas dan jatuh ke laut.
“Korban berusaha menyelam untuk mencari kacamatanya yang jatuh. Pada saat bersamaan ombak besar tiba-tiba datang menggulung area tempat mereka berenang,” ucap Mahardicka.
Tiga rekan korban berhasil berenang ke tepi pantai dan menyelamatkan diri. Namun, Rayhan diduga kehilangan arah pandangan hingga akhirnya terseret arus ke tengah perairan.
Mahardicka mengatakan pihaknya menerima laporan mahasiswa terseret ombak tersebut sekitar pukul 16.45 WIB. Setelah mendapatkan laporan, ia langsung berkoordinasi dengan kepolisian, Koramil, pemerintah kecamatan, serta instansi kebencanaan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Sementara itu, 14 mahasiswa lainnya dievakuasi dari bibir pantai menggunakan kendaraan operasional BPBD menuju posko KKN. Mereka didampingi dosen pembimbing lapangan untuk mendapatkan pendampingan dan pemulihan kondisi psikis setelah kejadian tersebut.
















