“Untuk saat ini masih dilakukan pemulasaraan jenazah korban di rumah sakit. Setelah selesai itu, rencana jenazah korban langsung dibawa ke kampung halamannya di Riau,” ujarnya.
Mahardicka mengatakan keluarga korban, pihak kampus, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam pencarian saat ini berada di rumah sakit untuk mendampingi keluarga korban.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian Rayhan, khususnya masyarakat setempat.
Menurutnya, masyarakat turut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk konsumsi bagi keluarga korban dan pihak yang terlibat dalam pencarian.
Terseret Ombak Saat Berenang
Korban diketahui merupakan bagian dari rombongan 15 mahasiswa yang sedang menjalani Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut sejak 22 Juli 2026. Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang di Pantai Labuang Baruak pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 16.45 WIB.
“Masa pengabdian KKN mereka sebenarnya sudah selesai. Acara perpisahan di nagari telah digelar kemarin malam. Dosen pembimbing lapangan juga sudah berada di posko untuk persiapan kepulangan,” ujar Mahardicka kepada Sumbarkita.
Mahardicka menjelaskan, rombongan mahasiswa belum langsung bertolak ke kampus karena menunggu jadwal kepulangan bersama kelompok mahasiswa dari nagari tetangga pada keesokan harinya.
Setelah berpamitan di kantor nagari pada siang hari, rombongan yang terdiri atas lima mahasiswa laki-laki dan 10 mahasiswi tersebut kemudian pergi mengunjungi objek wisata Pantai Labuang Baruak.
















