Kabarminang – Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat bersama berbagai elemen masyarakat akan menggelar Aksi dan Deklarasi Minangkabau Anti Narkoba dan LGBT pada Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut dijadwalkan dimulai dari Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi sejak pukul 05.00 WIB.
Sekretaris Umum LKAAM Sumatera Barat, Arfa Kasni MS Dt. Tumangguang, mengatakan kegiatan itu merupakan gerakan bersama yang digagas LKAAM Sumbar bersama unsur kepolisian dan berbagai komponen masyarakat.
“Benar, sesuai dengan yang telah kami rencanakan bersama Kapolda Sumatera Barat dan Ketua Umum LKAAM Sumbar, Prof. Fauzi Bahar, kegiatan berupa aksi dan deklarasi Minangkabau Anti Narkoba dan LGBT,” ujar Arfa saat dihubungi pada Sabtu (20/6/2026).
Menurut Arfa, kegiatan tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap masih terjadinya penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Melalui deklarasi itu, LKAAM berupaya memperkuat komitmen bersama dalam menjaga generasi muda serta lingkungan sosial dari berbagai persoalan yang dinilai berdampak negatif bagi kehidupan bermasyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangkitkan kembali marwah dan harga diri masyarakat Minangkabau. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba dan berbagai persoalan sosial lainnya dengan cara-cara yang terukur serta sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Arfa menjelaskan, kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum. Berbagai unsur telah dilibatkan sejak tahap persiapan, mulai dari lembaga pemerintah, organisasi kemasyarakatan, unsur adat, hingga mahasiswa.
Ia menyebut rapat persiapan yang dipimpin Ketua Umum LKAAM Sumbar, Prof. Fauzi Bahar, turut dihadiri perwakilan Polda Sumbar, Kesbangpol Provinsi Sumbar, Kesbangpol Kota Padang, Bundo Kanduang, aliansi BEM se-Sumatera Barat, penghulu, ninik mamak, serta sejumlah organisasi masyarakat lainnya.
Selain itu, panitia juga mengundang berbagai tokoh dan pemangku kepentingan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengundang berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Di antaranya Ketua FKUB Sumatera Barat Prof. Dr. Duski Samad, unsur pemerintah daerah, kejaksaan, serta berbagai organisasi dan tokoh masyarakat lainnya,” ujar Arfa.
Terkait jumlah peserta, panitia memperkirakan kegiatan tersebut akan diikuti ribuan orang. Namun, jumlah pasti peserta belum dapat dipastikan karena kegiatan bersifat terbuka.
“Jumlah peserta tentu sulit diprediksi karena ini bukan kegiatan yang menggunakan sistem mobilisasi massa seperti aksi mahasiswa. Namun yang jelas, kami memperkirakan akan diikuti ribuan peserta,” katanya.
Ia menambahkan, tidak seluruh peserta diperkirakan berkumpul di titik awal kegiatan. Sebagian peserta diperkirakan akan langsung bergabung di kawasan Mapolda Sumbar yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan agenda.
“Kemungkinan tidak semua peserta berkumpul sejak subuh di titik awal. Sebagian besar peserta diperkirakan akan langsung bergabung di depan Polda Sumbar sekitar pukul 07.00 WIB,” tutupnya.
















