“Kalau jadwal kuliah padat, itu bisa sampai magrib. Kalau masuk kerja magrib, jam kerja cuma 2 sampai 3 jam, dan potongan gaji di hari itu lebih besar,” ucap Rizki.
Rizki mengatakan bahwa jadwal kuliah yang padat bahkan bisa berlangsung selama satu semester. Untuk menambah penghasilan pada masa tersebut, ia mengambil pekerjaan tambahan di konveksi.
Di luar persoalan waktu, pekerjaan sebagai pengantar pakaian binatu memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya ketika hujan.
“Pakaian yang sudah diminta konsumen tetap harus diantar meski cuaca hujan, saya menggunakan mantel saat mengendarai becak sementara pakaian disimpan di dalam boks,” ujar Rizki.
Namun, hujan terkadang membuat busi kendaraan basah hingga motor mati di jalan. Untuk mengatasinya, Rizki selalu menyediakan kain di jok motor untuk mengelap busi sampai becak bisa hidup lagi.
Selain itu, kata Rizki, kemacetan menjadi kendala. Karena ia menggunakan becak yang disediakan tempat kerja, perjalanan terkadang lebih lama sehingga pakaian tidak sampai sesuai waktu yang telah dijanjikan kepada konsumen. Kondisi itu membuatnya beberapa kali menerima komplain dari konsumen.
“Kadang-kadang ada konsumen yang mengerti, kadang-kadang ada yang tidak,” tutur Rizki.
Bagi Rizki, tantangan terbesar bukan hanya soal pekerjaan. Ia juga harus menahan keinginan untuk menikmati waktu bersama teman-temannya.



















