Sabtu, April 4, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Kisah Pilu Keluarga di Solok di Tengah Sengketa Tanah: Ibu Ditahan, Ayah Meninggal, Anak Pingsan

Dharma Harisa
Minggu, 29 Juni 2025 19:42
in Kabar Sumbar
Anak Syafrizal, Kepala Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Solok, menangis histeris ketika ayahnya meninggal dunia pada Jumat (27/6). Foto: IST

Anak Syafrizal, Kepala Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Solok, menangis histeris ketika ayahnya meninggal dunia pada Jumat (27/6). Foto: IST


Kabarminang – Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Syafrizal (55), Kepala Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Solok. Ia meninggal dunia secara mendadak pada Jumat (27/6) sore. Istrinya, Tiswarni, masih ditahan di Polres Solok terkait dengan kasus sengketa lahan, meninggalkan delapan orang anak yang kini hidup dalam tekanan psikologis berat.

Beberapa dari anak-anak Syafrizal jatuh pingsan saat prosesi pemakaman pada Sabtu (28/6). Sejumlah tetangga yang turut bersimpati kepada keluarga itu juga tak kuasa menahan tangis hingga dilarikan ke puskesmas.

Berdasarkan informasi yang diterima Kabarminang.com, empat anak dan satu menantu pingsan di lokasi pemakaman. Bahkan, Tiswarni masih dirawat di Puskesmas akibat syok berat.

“Melihat anak-anak kecil, ayahnya meninggal, ibunya ditahan, mereka tidak kuat menerima kenyataan. Saya sendiri menangis melihat itu,” ujar Wali Nagari Koto Laweh, Kasyanti, kepada Kabarminang.com pada Minggu (29/6).

Ia menyampaikan bahwa kabar meninggalnya Syafrizal sangat mengejutkan. Pasalnya, sehari sebelumnya Syafrizal masih beraktivitas seperti biasa.

“Pagi ia itu masih sehat. Ia salat Jumat, terima bantuan untuk masjid, lalu ke ladang bersama anaknya. Setelah mandi, ia mengeluh sakit kepala dan istirahat. Tak lama kemudian, kami dikabari ia telah tiada,” ucap Kasyanti.

Pemakaman dilakukan pada Sabtu (28/6). Namun duka keluarga makin dalam karena istrinya, Tiswarni, hanya diberi waktu sebentar untuk menyaksikan pemakaman suaminya. Ia ditemani anaknya, Adrizal, yang juga ditahan bersama ibunya.

“Saya sendiri menangis. Anak-anaknya histeris. Delapan orang anak kehilangan ayah, sedangkan ibunya sedang ditahan. Empat anak dan satu menantu pingsan. Bahkan, ada yang digotong pakai bambu ke puskesmas,” kata Kasyanti dengan suara parau.

Kasyanti mengatakan bahwa Tiswarni masih dirawat di puskesmas karena mengalami syok berat. Ia menyebut bahwa Kondisi Tiswarni belum memungkinkan untuk kembali ke tahanan.

Kronologi dan latar belakang kasus

Menurut Kasyanti, kasus yang menjerat Tiswarni berawal dari konflik keluarga terkait dengan lahan ulayat di Malako, Jorong Taratak Baru. Lahan itu disengketakan antara Tiswarni dan Marlisman, anak dari kakak sepupu Tiswarni.

Kasyanti menceritakan bahwa perselisihan bermula pada Ramadan yang lalu. Setelah dimediasi oleh polsek, kedua pihak dilarang mengolah lahan. Namun, sekitar April, Tiswarni mendapat informasi bahwa lahannya ditanami sayuran. Ia kemudian mendatangi lokasi bersama anaknya, Adrizal.

“Terjadi cekcok di ladang. Informasinya, Tiswarni ditendang oleh Marlisman hingga terjatuh. Adrizal yang melihat ibunya diperlakukan begitu tak terima. Terjadi benturan, dan Marlisman disebut mengalami luka karena benda tumpul,” tutur Kasyanti.

Akibat kejadian itu, kata Kasyanti, Tiswarni dan anaknya dijerat pasal pengeroyokan. Ia menyebut bahwa keduanya ditahan. Hingga berita ini diturunkan, kasusnya belum disidangkan meski penahanan telah berlangsung lebih dari 40 hari.

“Kami sudah mengajukan penangguhan dua minggu lalu. Dijanjikan 10 hari akan dipertimbangkan, tapi sampai sekarang belum ada keputusan,” tuturnya.

Kasyanti juga mengatakan bahwa Tiswarni mengalami luka memar di tangan dan tulang keringnya. Sementara itu, kata Kasyanti, Marlisman yang sempat dibawa ke puskesmas disebut sudah pulang dalam kondisi stabil.

“Kami juga kaget kasus keluarga ini langsung dibawa ke ranah hukum. Padahal, Tiswarni juga korban. Tapi, keluarga pihak satu lagi menolak difasilitasi secara adat. Mereka langsung melapor ke polisi,” kata Kasyanti.

Kasyanti menekankan bahwa perihal persoalan tanah dan hubungan keluarga, pemerintahan nagari setempat dan niniak mamak sejatinya siap memediasi kedua pihak. Namun, katanya, proses hukum yang terus berjalan telah membawa luka sosial dan batin mendalam, terutama bagi anak-anak Tiswarni.

Kasyanti berharap ada pertimbangan kemanusiaan dalam menangani kasus ity. Ia menyoroti kondisi anak-anak yang masih kecil dan kehilangan pendampingan orang tua.

“Anaknya delapan. Anak yang paling kecil masih kelas 4 SD. Ada yang SMP dan SMA. Mereka sangat terguncang. Kami berharap keadilan ditegakkan, tapi juga ada ruang empati bagi keluarga ini,” tuturnya.

Kepala Polsek Lembang Jaya, AKP Hendri, mengatakan bahwa berkas kasus Tiswarni sudah lengkap dan akan dilimpahkan ke kejaksaan.

“Prosesnya sudah selesai, menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti,” kata Hendri kepada Kabarminang.com.


Tags: Kabupaten SolokKecamatan Lembang Jaya SolokNagati Koto Laweh SolokSengketa tanah di Soloksolok

Berita Terkait

Wali Kota Pariaman Jalin Silaturahmi dengan Mantan Menteri ESDM RI, Bahas Pembangunan Daerah

Wali Kota Pariaman Jalin Silaturahmi dengan Mantan Menteri ESDM RI, Bahas Pembangunan Daerah

3 April 2026
BMKG: Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Ancam Perairan Sumbar 30–31 Januari 2026

Waspada! Hujan Petir dan Gelombang 2,5 Meter Mengintai Perairan Sumbar 4–7 April 2026

3 April 2026
Pria 24 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun Karet Dharmasraya

Pria 24 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun Karet Dharmasraya

3 April 2026
Prakiraan Cuaca Sumbar 8–10 Maret 2026: Waspada Hujan Sedang-Lebat di Sejumlah Daerah

Prakiraan Cuaca Sumbar 3–5 April 2026: Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Daerah

3 April 2026
Wali Kota Pariaman Tinjau HF Radar, Teknologi Deteksi Dini Tsunami Segera Difungsikan

Wali Kota Pariaman Tinjau HF Radar, Teknologi Deteksi Dini Tsunami Segera Difungsikan

3 April 2026
Rumah, Mobil, dan Motor Terbakar di Agam, Pria 68 Tahun Alami Luka Bakar

Rumah, Mobil, dan Motor Terbakar di Agam, Pria 68 Tahun Alami Luka Bakar

3 April 2026
Next Post
4 Orang Tenggelam di Pesisir Selatan, 3 Orang Selamat, 1 Pelajar Hilang

4 Orang Tenggelam di Pesisir Selatan, 3 Orang Selamat, 1 Pelajar Hilang

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

2 Ayah Setubuhi Anak Kandung di Limapuluh Kota, 1 Pelaku Ditangkap, 1 Lagi Tewas Tergantung

2 Ayah Setubuhi Anak Kandung di Limapuluh Kota, 1 Pelaku Ditangkap, 1 Lagi Tewas Tergantung

29 Maret 2026

Dilaporkan Setubuhi Anak Kandung, Pria di Limapuluh Kota Kabur, Ditemukan Tewas Tergantung

Dilaporkan Setubuhi Anak Kandung, Pria di Limapuluh Kota Kabur, Ditemukan Tewas Tergantung

28 Maret 2026

Dipicu Cemburu, Tukang Pangkas Rambut di Kabupaten Solok Tikam Pria hingga Tewas

Dipicu Cemburu, Tukang Pangkas Rambut di Kabupaten Solok Tikam Pria hingga Tewas

2 April 2026

Sopir Travel Pekanbaru Dikeroyok di Limapuluh Kota, Korban dan Pengeroyok Lapor Polisi

Sopir Travel Pekanbaru Dikeroyok di Limapuluh Kota, Korban dan Pengeroyok Lapor Polisi

2 April 2026

Dipicu Dendam Lama, Pria di Agam Bunuh Perempuan 76 Tahun, Mayatnya Dikubur di Jurang

Dipicu Dendam Lama, Pria di Agam Bunuh Perempuan 76 Tahun, Mayatnya Dikubur di Jurang

31 Maret 2026

Disetubui Ayah Kandung 3 Kali, Remaja di Limapuluh Kota Hamil 7 Bulan

Dilaporkan ke Kepolisian karena Setubuhi Anak Kandung, Pria di Limapuluh Kota Minum Racun

27 Maret 2026

Sopir Travel Pekanbaru Dikeroyok di Limapuluh Kota, Korban dan Pengeroyok Lapor Polisi

Polisi Bantah Lepaskan Pengeroyok Sopir Travel Pekanbaru di Limapuluh Kota

2 April 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.