“Keinginan Annisa kuliah di Mesir sudah ada sejak SMP, dia bilang ingin melanjutkan pendidikan di salah satu pusat keilmuan Islam dunia. Waktu libur sekolah dia gunakan untuk ikut les privat persiapan Timur Tengah, bimbingan belajar, dan karantina bahasa Arab di Bukittinggi,” ujarnya.
Ia melanjutkan, setelah bertahun-tahun mempersiapkan diri, Annisa kemudian mengikuti tahdid mustawa, yakni tes untuk menentukan tingkat kemampuan bahasa.
“Alhamdulillah, Annisa berhasil melewati tes tersebut dan ujian penyetaraan ijazah tanpa remedial,” tuturnya.
Ia mengatakan, bagi keluarga, keberhasilan Annisa melewati berbagai tahapan menjadi buah dari persiapannya selama bertahun-tahun.
“Dan Alhamdulillah, Annisa dinyatakan lulus dan diterima di Universitas Al-Azhar, jurusan Syariah Islamiyah. Cita-cita yang sudah dia inginkan sejak SMP akhirnya tercapai. Sejak sekolah Annisa sudah terbiasa jauh dari keluarga dan sekarang jaraknya lebih jauh lagi karena harus menuntut ilmu sampai ke Mesir,” tuturnya.
Ia berharap agar kesempatan belajar di Al-Azhar benar-benar dimanfaatkan Annisa untuk memperdalam ilmu agama.
“Kami berharap dia bisa mengambil keberkahan ilmu di sana. Kami selalu berpesan agar niatnya diluruskan karena Allah, tetap menjaga adab, dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu,” katanya.
Ia juga berharap Annisa berada di lingkungan pertemanan yang saleh dan dapat saling menguatkan dalam kebaikan. Selain itu, ia juga berharap suatu hari putrinya kembali ke Tanah Air membawa ilmu, adab, dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi agama, keluarga, serta masyarakat.




















