Kabarminang – STIKES Indonesia di Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat, resmi membuka Program Studi S1 Kebidanan dan Profesi Bidan. Perguruan tinggi tersebut dijadwalkan mulai menerima mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2027/2028.
Wakil Ketua II STIKES Indonesia, Armein Lusi Zeswita, mengatakan surat keputusan (SK) pembukaan program studi tersebut diterbitkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X pada Rabu (21/10/2026) dan diterima langsung oleh pihak yayasan.
“Sebelumnya jurusan kebidanan ini hanya D3, sekarang sudah ada S1 dan juga langsung berjalan dengan profesinya sekaligus,” tuturnya kepada Sumbarkita, Kamis (22/10/2026).
Ia menjelaskan, pembukaan program S1 Kebidanan yang dilanjutkan dengan pendidikan Profesi Bidan bertujuan membekali mahasiswa dengan pengetahuan akademik sekaligus kompetensi profesional di bidang kebidanan.
Menurut Armein, program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu memberikan pelayanan kebidanan dengan pendekatan yang berpusat pada perempuan dan keluarga. Pengembangannya juga akan mengintegrasikan kearifan lokal Minangkabau.
“Untuk visi untuk S1 Kebidanan ini nantinya menghasilkan lulusan kebidanan yang unggul dan berdaya saing nasional dalam asuhan kebidanan berpusat pada perempuan dan keluarga berbasis kearifan lokal Minangkabau serta ketangguhan nagari,” ujarnya.
Salah satu fokus yang akan dikembangkan dalam program studi tersebut ialah kesehatan reproduksi remaja. Armein menilai, edukasi mengenai kesehatan reproduksi penting untuk meningkatkan pemahaman remaja sekaligus merespons persoalan pelecehan yang menjadi perhatiannya.
Salah satu program yang bakal menjadi pendukung jalannya visi itu nantiknya adanya program kesehatan reproduksi remaja, karena akhir-akhir ini banyaknya terdapat kasus pelecehan dimana-mana.
Pada tahap awal, STIKES Indonesia menargetkan penerimaan mahasiswa baru sebanyak satu kelas dengan kapasitas sekitar 30 hingga 40 orang.
Armein berharap, kehadiran program S1 Kebidanan dan Profesi Bidan dapat memperluas kesempatan lulusan untuk berkarier di bidang pelayanan kesehatan. Peluang tersebut diharapkan terbuka, baik di rumah sakit di Sumatera Barat maupun di luar provinsi.
Pembukaan program studi ini sekaligus menambah pilihan jenjang pendidikan kebidanan di STIKES Indonesia. Jika sebelumnya pendidikan kebidanan yang tersedia hanya Diploma III (D3), kini calon mahasiswa memiliki pilihan untuk menempuh pendidikan sarjana yang dilanjutkan dengan pendidikan profesi.
Dengan demikian, STIKES Indonesia berharap dapat menyiapkan tenaga bidan yang memiliki kompetensi profesional, mampu bersaing secara nasional, serta memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan perempuan dan keluarga.





















