Kabarminang — Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar kegiatan Advokasi dan Pendampingan Bunda PAUD di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung keberhasilan implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang Panjang itu dihadiri Bunda PAUD Kota Padang Panjang, Maria Feronika, jajaran Disdikbud, para pemangku kepentingan pendidikan, serta pengelola dan pendidik PAUD.
Perwakilan Direktorat PAUD Kemendikdasmen, Muh. Ngasmawi, mengatakan, advokasi dan pendampingan merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan setiap anak usia dini memperoleh layanan pendidikan prasekolah yang berkualitas sebagai bekal sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bunda PAUD, hingga masyarakat.
Menurutnya, Bunda PAUD memiliki peran strategis sebagai penggerak, motivator, sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini.
Bunda PAUD Kota Padang Panjang, Maria Feronika, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan partisipasi anak dalam layanan PAUD yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa pendidikan prasekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kemampuan sosial, serta kesiapan belajar anak sebelum memasuki pendidikan dasar.
“Disdikbud juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu layanan PAUD,” tuturnya.
Ia melanjutkan, dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai strategi untuk meningkatkan angka partisipasi PAUD, memperkuat kualitas layanan pendidikan, serta memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan sejak usia dini.
Selain pemaparan kebijakan, peserta juga mengikuti diskusi interaktif dan berbagi praktik baik terkait penguatan peran Pokja Bunda PAUD, strategi advokasi kepada masyarakat, serta kolaborasi dalam menghadirkan layanan pendidikan prasekolah yang inklusif dan berkualitas.















