“Kami berharap pelaku dijatuhi hukuman mati. Semoga kasus ini segera tuntas,” ujarnya.
Atas kerja aparat kepolisian, Yeni menyampaikan apresiasi karena kasus ini berhasil terungkap sehingga jenazah korban bisa dipulangkan dan dimakamkan dengan layak.
Diketahui, rekonstruksi atas kasus pembunuhan sadis yang menewaskan tiga perempuan muda di Padang Pariaman ini digelar Rabu pagi. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah aparat dari Polri, Brimob, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan telah bersiaga penuh untuk mengamankan proses rekonstruksi.
Lokasi utama berada di rumah pelaku, yang kini sudah dipasangi garis polisi dan dijaga ketat aparat. Selain itu, juga tampak beberapa orang warga berada di sekitar TKP.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir bilang bahwa rekonstruksi dilakukan di tiga lokasi berbeda, yaitu rumah tersangka di Korong Lakuak, tempat kerja pelaku, dan lokasi pembuangan jasad korban mutilasi.
Sebelumnya, tiga perempuan muda menjadi korban pembunuhan berantai sadis disertai mutilasi di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Ketiga korban yaitu Siska Oktavia Rusdi (23), Adek Gustiana (24), dan Septia Adinda (25). Ketiganya diketahui pernah tercatat sebagai mahasiswi di STIE Keuangan Perbankan dan Pembangunan (STIE KBP) Padang.
Pelaku pembunuhan yakni seorang pemuda bernama Satria Juhanda alias Wanda (25 tahun), warga Korong Lakuak, Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.
Untuk Septia Adinda, jasadnya dimutilasi lalu beberapa potongan tubuhnya ditemukan di aliran sungai Batang Anai pada Selasa (17/6/2025) pagi. Esok harinya warga kembali menemukan bagian tubuh lain, yakni potongan kaki di semak-semak sungai, serta kepala dan tangan terbungkus kain sarung yang tersapu ombak di Pantai Padang Sarai, Kota Padang.
Pada Kamis (19/6) dini hari, Satreskrim Polres Padang Pariaman menangkap Wanda yang diduga pelaku pembunuhan dan pemutilasi.
Berdasarkan interogasi kasus mutilasi Septia Adinda, terungkap fakta bahwa Siska dan Adek yang dilaporkan hilang sejak Januari 2024, ternyata juga dibunuh Wanda. Jasad Siska dan Adek ditemukan tinggal tulang belulang di sumur tua dekat rumah pelaku di kawasan Pasar Usang, Batang Anai.
















