Kabarminang – Sejumlah pedagang kuliner di depan Gedung Padang Teater, Pasar Raya Padang, keberatan untuk harus pindah ke Padang Teater. Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Padang berencana menjadikan lokasi itu pusat kuliner dan kegiatan kreatif untuk anak muda.
Keberatan tersebut disampaikan pedagang yang saat ini berjualan di kawasan fasilitas umum, tepatnya di trotoar depan Gedung Padang Teater. Seorang pedagang soto yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa ia keberatan berjualan di lantai dua Padang Teater. Ia mempertanyakan minat pembeli untuk datang ke lokasi tersebut.
“Di lantai dua itu siapa nanti yang membeli? Untuk berjalan naik tangga ke atas saja sesak napas. Dulu pernah pedagang dipindahkan ke atas. Sepi juga jual beli,” tuturnya kepada Kabarminang.com pada Jumat (18/9/2026).
Perempuan berusia 54 tahun itu juga menyoroti kondisi bangunan Padang Teater. Menurutnya, gedung tersebut sudah lama tidak difungsikan sehingga perlu pembenahan jika akan kembali digunakan untuk aktivitas perdagangan.
“Dindingnya terlihat sudah keropos. Aroma di gedung itu tidak sedap: bau pesing. Tempatnya gelap karena tidak ada lampu. Air juga tidak ada. Bagaimana mau jual beli di atas itu nanti,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa perbaikan gedung tersebut saat ini baru pada bagian depan. Sementara itu, katanya, bagian tengah hingga belakang belum diperbaiki.
“Sekarang gedungnya diperbaiki, dicat ulang lagi, tapi cuma bagian depan. Bagian tengah ke belakang belum diperbaiki lagi,” ucapnya.
Pedagang kuliner lainnya yang juga tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan pengalaman serupa. Ia mengaku sebelumnya pernah berjualan Nasi Ampera di lantai dua Padang Teater.


















