“Penghuni rumah yang terdampak terdiri dari pasangan suami istri, seorang lansia, tiga anak usia sekolah, dan satu santri,” ungkap Saripin.
Meski rumah dan seluruh harta benda ludes terbakar, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
“Seluruh penghuni berhasil keluar menyelamatkan diri saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” jelas Saripin.
Pemerintah nagari setempat telah melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait untuk penanganan dan bantuan darurat bagi keluarga terdampak.
“Laporan bernomor 400/92/Kesra/VIII/2026 sudah dikirimkan oleh Penjabat Wali Nagari kepada BPBD Pasaman Barat untuk penyaluran bantuan,” tambah Saripin.
Akibat kebakaran tersebut, keluarga korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Berdasarkan hitungan pendataan di lokasi, estimasi kerugian material mencapai Rp300 juta,” terang Saripin.
Saat ini, keluarga terdampak membutuhkan bantuan tanggap darurat, mulai dari kebutuhan pokok, pakaian, hingga tempat penampungan sementara.
Saripin juga mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi jaringan dan instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting.
“Kami mengimbau warga untuk terus memeriksa kondisi jaringan listrik di rumah masing-masing guna mencegah kejadian serupa,” tutup Saripin.















