Kabarminang – Jumlah korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, dilaporkan bertambah. Hingga pukul 01.00 dini hari Kamis (5/2/2026), total 183 orang, termasuk siswa, guru dilaporkan mengalami gejala ringan seperti demam, pusing, mual, dan lelah.
Insiden ini mayoritas menimpa lingkungan sekolah, tepatnya di SMAN 1 Sungai Rumbai. Namun, data terkini menunjukkan sebaran korban juga meluas ke kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, hingga petugas pelayanan gizi. Semua korban mengalami keluhan kesehatan usai konsumsi menu MBG pada Selasa (3/2/2026).
“Sampai pukul 01.00 dini hari Kamis 5 Februari 2026, total pasien berjumlah 183 orang,” ungkap Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman kepada Sumbarkita.
Dari total 183 pasien tersebut, sebanyak 22 orang saat ini masih menjalani perawatan intensif (rawat inap). Mereka tersebar di beberapa titik pelayanan kesehatan.
“Sebanyak 19 orang dirawat di RSUD Sungai Rumbai, 2 orang di Puskesmas Koto Baru, dan 1 orang di klinik,” jelas Jasman.
Sementara itu, mayoritas pasien lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan stabil oleh tim medis.
Tercatat sebanyak 148 orang menjalani rawat jalan atau sudah kembali ke rumah masing-masing, sedangkan 13 orang lainnya masih dalam tahap observasi oleh tenaga kesehatan.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menegaskan belum bisa menarik kesimpulan final, penyebab pasti dari gangguan kesehatan massal ini.
“Diduga alami gangguan kesehatan. Karena belum ada hasil lab yang mengatakan penyebabnya keracunan. Kalau sudah ada keluar hasil lab, kita umumkan segera,” tegasnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dharmasraya Sungai Rumbai. Keputusan ini tertuang dalam Surat BGN Nomor 297/D.TWS/02/2026 tanggal 4 Februari 2026, untuk melakukan investigasi dan menunggu hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM.
















