Kabarminang – Warga Korong Padang Pulai, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman kembali digegerkan oleh penemuan satu jenazah perempuan yang diduga merupakan korban banjir, longsor, dan galodo yang melanda wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.
Penemuan tersebut pertama kali disadari seorang warga yang tengah beraktivitas di dekat aliran Sungai, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 17.15 WIB. Warga itu melihat sesuatu menyerupai tangan manusia muncul di antara tumpukan material banjir dan kayu besar, sebelum akhirnya melaporkan ke aparat.
Kapolsek Lubuk Alung, Iptu Riky Vrama, membenarkan temuan itu. Ia menjelaskan bahwa lokasi ditemukannya jenazah berada di area yang sulit diakses dan minim penerangan sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
“Benar, telah ditemukan satu jenazah berjenis kelamin perempuan. Diduga korban banjir bandang dan longsor. Saat ini proses evakuasi sedang berlangsung,” ujar Iptu Riky.
Ia mengungkapkan bahwa tubuh korban sebagian besar tertimbun material banjir dan terhimpit potongan kayu besar. Medan licin membuat petugas harus mengevakuasi secara manual karena peralatan berat tidak dapat mencapai titik lokasi. Personel TNI dan Polri terlihat bahu-membahu mengangkat materi kayu yang menahan tubuh korban.
Pantauan Sumbarkita di lokasi memperlihatkan tim gabungan bekerja keras di tengah keterbatasan penerangan. Warga juga tampak memadati tepian sungai untuk menyaksikan proses evakuasi yang berlangsung dramatis tersebut. Evakuasi memakan waktu cukup lama karena tubuh korban terjepit material banjir yang keras, sementara petugas tidak ingin mengambil risiko yang dapat membahayakan anggota tim.
Hingga saat berita ini diturunkan, identitas korban belum dapat dipastikan. Namun petugas menyebut beberapa ciri fisik yang ditemukan, antara lain berjenis kelamin perempuan, memiliki rambut panjang, kuku agak panjang, serta memakai behel pada giginya.
Iptu Riky menambahkan bahwa jenazah akan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk identifikasi lebih lanjut oleh tim medis dan Inafis.
“Kita masih menunggu hasil identifikasi lanjutan. Semoga segera diketahui siapa korban sehingga dapat disampaikan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga pascabanjir bandang agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Upaya pencarian korban lain masih terus dilakukan di sejumlah titik terdampak.
















