Iwan menegaskan, perlindungan habitat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelangsungan hidup bunga langka tersebut. Ia khawatir kerusakan hutan akibat perambahan atau aktivitas lain yang tidak terkendali dapat mengancam keberadaan tumbuhan itu.
“Habitat tempat tumbuhnya puspa langka bunga Rafflesia hasseltii harus tetap terjaga dari segala bentuk kerusakan,” ucapnya.
Ia juga berharap keberadaan bunga langka tersebut tetap terjaga sehingga generasi mendatang dapat menyaksikannya secara langsung. Baginya, pelestarian flora bukan hanya menyangkut keberlangsungan satu spesies, tetapi juga menjaga kekayaan alam yang menjadi bagian dari identitas ekologis Sumatera Barat.
“Supaya bunga ini dapat dilihat anak cucu kita kelak di kemudian hari dan tidak hanya menjadi cerita belaka,” ujar Iwan.
Kekhawatiran terhadap ancaman kepunahan menjadi alasan lain bagi Iwan untuk terus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan hutan Sumpur Kudus. Ia tidak ingin bunga yang memiliki nilai penting bagi keanekaragaman hayati tersebut hilang akibat kurangnya perhatian terhadap habitatnya.
“Jangan sampai puspa langka yang bernilai tinggi ini punah dari bumi Sumpur Kudus,” tuturnya.
Selain melakukan pemantauan lapangan, Iwan turut menyebarkan informasi edukasi mengenai konservasi melalui akun Instagram dan Facebook Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Sumpur Kudus. Kanal tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan kegiatan pelestarian sekaligus mengajak masyarakat ikut memperhatikan kondisi hutan.
“Bagi masyarakat yang ingin memantau aktivitas konservasi kami, bisa melihat langsung melalui IG dan FB LPHN Sumpur Kudus,” katanya.

















