Kabarminang — Warga Kampung Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang, Kecamatan Bayang Utara IV Nagari, Pesisir Selatan, gotong royong menandu seorang anak berusia 11 tahun, Aras, menuju titik yang bisa dilalui kendaraan, pada Rabu (21/1/2026). Aksi tersebut dilakukan karena akses jalan dan jembatan di kampung itu masih terputus akibat longsor dan banjir yang terjadi akhir November 2025.
Dalam video yang diterima Sumbarkita, terlihat Aras ditandu menggunakan kain sarung melewati jembatan kayu dan jalan setapak yang sempit.
Camat Bayang Utara, Afridal, mengatakan Aras terjatuh saat menggeser sepeda motornya di rumah dan mengalami luka serius sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit.
“Kondisi jalan pascabanjir bandang dan longsor di Kampung Ngalau Gadang masih belum bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga masyarakat bergotong royong menandu korban menggunakan tandu hingga mencapai lokasi yang bisa dilewati kendaraan,” katanya kepada Sumbarkita, Kamis (22/1).
Menurut Afridal, proses penanduan dari Kampung Ngalau Gadang menuju Kampung Limau memakan waktu lebih dari satu jam. Warga harus melewati jalur menanjak dan menurun dengan medan yang cukup berat.
Setelah tiba di titik yang bisa diakses kendaraan, Aras langsung dibawa menggunakan mobil pribadi menuju Puskesmas Asam Kumbang. Selanjutnya, ia dirujuk ke RSUD Painan menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Terkait kondisi infrastruktur, Afridal mengatakan warga bersama TNI telah membangun jembatan darurat dari kayu sepanjang sekitar 35 meter. Jembatan tersebut saat ini baru bisa dilalui kendaraan roda dua dan belum memungkinkan dilintasi kendaraan roda empat.
“Kami berharap pemerintah segera membuka akses jalan supaya tidak ada kesulitan jika terjadi kondisi darurat seperti ini lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan masyarakat untuk memastikan keselamatan warga, terutama anak-anak dan lansia, selama kondisi jalan dan jembatan belum pulih sepenuhnya.
















