Kamis, Juli 30, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Inilah Sejarah Singkat Pulau Cingkuk di Pesisir Selatan

Muhammad Hamdan Nabil
Senin, 31 Maret 2025 22:24
in Kabar Sumbar

Kabarminang.com – Pulau Cingkuk, yang terletak di lepas pantai Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyimpan jejak sejarah panjang dalam perkembangan perdagangan di wilayah pesisir barat Sumatra.

Salah satu peninggalan bersejarah yang masih dapat ditemukan di pulau ini adalah Benteng Pulau Cingkuk.

Pulau Cingkuk, sebuah pulau kecil di Teluk Painan. Kawasan Pulau Cingkuk diduga merupakan benteng Portugis yang digunakan sebagai gudang lada masa VOC.

Dilansir dari laman kemdikbud.go.id, Pulau Cingkuk juga memiliki nama lain yaitu Chinco, Poulo Chinco, Poulo Chinko (Dalam bahasa Portugis) Poeloe Tjinko, Poelau Tjingkoek, Pulu Tjinkuk (Dalam bahasa Belanda).

Meski sempat dipercaya sebagai benteng peninggalan Portugis, penelitian menunjukkan bahwa benteng ini sebenarnya dibangun oleh Belanda pada abad ke-17 sebagai bagian dari strategi mereka dalam menguasai perdagangan lada di pesisir Minangkabau.

Sejarah Awal

Pendirian benteng ini berawal dari kesepakatan antara raja-raja pesisir selatan Minangkabau dengan Belanda dalam Traktat Painan pada tahun 1663. Kesepakatan tersebut memberi hak kepada VOC untuk memonopoli perdagangan lada dan mendirikan pangkalan di Pulau Cingkuk.

Dua tahun setelah traktat itu ditandatangani, Belanda mulai membangun loji dagang, yang kemudian diperkuat dengan benteng pertahanan pada tahun 1665. Benteng ini menjadi pusat aktivitas VOC dalam mengamankan hasil lada dari wilayah sekitar sebelum dikirim ke Batavia.

Peningkatan Struktur Benteng dan Kejayaannya

Pada tahun 1709, VOC melakukan penguatan terhadap Benteng Pulau Cingkuk dengan mengganti struktur kayu menjadi tembok beton.

Benteng ini dilengkapi dengan meriam, gudang senjata, kamp prajurit, hingga penjara untuk menjaga keberlangsungan perdagangan lada yang sangat berharga kala itu. Benteng ini berbentuk tapal kuda dengan dinding kokoh yang dibangun di atas bukit karang landai, memberikan perlindungan maksimal bagi armada dagang Belanda.

Selama lebih dari satu abad, benteng ini berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan VOC di pesisir barat Sumatra.

Keberadaan benteng ini memastikan Belanda tetap mengendalikan perdagangan lada di wilayah pesisir Minangkabau dan menjaga dominasi mereka atas jalur pelayaran strategis.

Namun, kejayaan benteng ini berakhir pada tahun 1781 saat armada Inggris menyerang Pulau Cingkuk. Belanda berhasil dikelabui oleh pesaing mereka, dan serangan Inggris menghancurkan sebagian besar struktur benteng serta fasilitas perdagangan di sekitarnya.

Tidak berniat untuk menduduki pulau ini, Inggris meninggalkan Pulau Cingkuk dalam keadaan porak-poranda. Sejak saat itu, aktivitas perdagangan di pulau ini semakin meredup, seiring dengan melemahnya permintaan lada di pasar dunia.

Saat ini, Benteng Pulau Cingkuk telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat pada tahun 2011. Meskipun sebagian besar bangunannya telah runtuh, sisa-sisa benteng seperti pintu masuk, dinding yang kokoh, dan dermaga masih dapat ditemukan di lokasi. Struktur temboknya yang memanjang berbentuk tapal kuda masih menjadi bukti kejayaan masa lalu Pulau Cingkuk sebagai pusat perdagangan yang penting.

Makam Madame van Kempen: Jejak Kolonial di Pulau Cingkuk

Selain benteng, Pulau Cingkuk juga memiliki satu peninggalan menarik lainnya, yaitu makam Madame van Kempen. Makam ini diperkirakan milik seorang wanita Belanda yang merupakan istri dari seorang pejabat tinggi VOC.

Menariknya, prasasti di sekitar makam menyebutkan bahwa keluarga Madame van Kempen telah mencarinya selama lebih dari 150 tahun hingga akhirnya ditemukan pada tahun 1911. Di sekitar makam juga ditemukan pecahan keramik, botol kaca, dan uang logam yang semakin menambah nilai historis dari situs ini.


Berita Terkait

Pemko Padang Jajaki Beasiswa Penuh ke Nalanda University India, Perluas Program Padang Juara

Pemko Padang Jajaki Beasiswa Penuh ke Nalanda University India, Perluas Program Padang Juara

30 Juli 2026
Longsor Terjang Jalur Padang-Bukittinggi, Lalu Lintas Buka Tutup

Longsor Terjang Jalur Padang-Bukittinggi, Lalu Lintas Buka Tutup

29 Juli 2026
Video: Hujan Deras Picu Longsor di Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Terputus

Video: Hujan Deras Picu Longsor di Lembah Anai, Akses Padang–Bukittinggi Terputus

29 Juli 2026
Perjuangan Adiba, Bocah Asal Solok Melawan Leukemia Akut, Butuh Transplantasi Sumsum Tulang Rp2,5 Miliar

Perjuangan Adiba, Bocah Asal Solok Melawan Leukemia Akut, Butuh Transplantasi Sumsum Tulang Rp2,5 Miliar

29 Juli 2026
Wali Kota Fadly Amran Luncurkan Layanan Jemput Bola KIA, Sasar 79.800 Anak di Padang

Wali Kota Fadly Amran Luncurkan Layanan Jemput Bola KIA, Sasar 79.800 Anak di Padang

29 Juli 2026
Tidak Masuk Kerja 3 Tahun, Seorang PNS di Pasaman Barat Tetap Terima Gaji dan TPP

Tidak Masuk Kerja 3 Tahun, Seorang PNS di Pasaman Barat Tetap Terima Gaji dan TPP

29 Juli 2026
Next Post
Pemudik Asal Jambi Kecelakaan di Sitinjau Lauik Akibat Rem Blong

Pemudik Asal Jambi Kecelakaan di Sitinjau Lauik Akibat Rem Blong

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 12 April 2026: Berawan hingga Udara Kabur

12 April 2026

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

10 April 2026

Pria di Agam Ditemukan Bersimbah Darah di Pacuan Kuda Ambacang, Keluarga Sebut Korban Dibacok OTK

Pria di Agam Ditemukan Bersimbah Darah di Pacuan Kuda Ambacang, Keluarga Sebut Korban Dibacok OTK

25 Juli 2026

Warga Padang yang Kabur dari RS Unand Seminggu Lalu ke Hutan Biologi Unand Belum Ditemukan

Warga Padang yang Kabur dari RS Unand Seminggu Lalu ke Hutan Biologi Unand Belum Ditemukan

28 Juli 2026

10 Pejabat Utama Polda Sumbar Dirotasi, Ini Daftarnya!

Polwan Polda Sumbar Laporkan Atasan Berpangkat AKBP atas Dugaan Pelecehan Seksual

25 Juli 2026

Enam Polres di Sumatera Barat Punya Wakil Kapolres Baru

Polisi Pangkat AKBP Diduga Lecehkan Polwan secara Seksual, Ini Kata Polda Sumbar

26 Juli 2026

Kirim Pesan Tak Wajar ke Siswa, Guru Olahraga SMAN 1 Solok Selatan Dinonaktifkan

Kirim Pesan Tak Wajar ke Siswa, Guru Olahraga SMAN 1 Solok Selatan Dinonaktifkan

29 Juli 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.