Kamis, Januari 29, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Inilah Sejarah Singkat Pulau Cingkuk di Pesisir Selatan

Muhammad Hamdan Nabil
Senin, 31 Maret 2025 22:24
in Kabar Sumbar

Kabarminang.com – Pulau Cingkuk, yang terletak di lepas pantai Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menyimpan jejak sejarah panjang dalam perkembangan perdagangan di wilayah pesisir barat Sumatra.

Salah satu peninggalan bersejarah yang masih dapat ditemukan di pulau ini adalah Benteng Pulau Cingkuk.

Pulau Cingkuk, sebuah pulau kecil di Teluk Painan. Kawasan Pulau Cingkuk diduga merupakan benteng Portugis yang digunakan sebagai gudang lada masa VOC.

Dilansir dari laman kemdikbud.go.id, Pulau Cingkuk juga memiliki nama lain yaitu Chinco, Poulo Chinco, Poulo Chinko (Dalam bahasa Portugis) Poeloe Tjinko, Poelau Tjingkoek, Pulu Tjinkuk (Dalam bahasa Belanda).

Meski sempat dipercaya sebagai benteng peninggalan Portugis, penelitian menunjukkan bahwa benteng ini sebenarnya dibangun oleh Belanda pada abad ke-17 sebagai bagian dari strategi mereka dalam menguasai perdagangan lada di pesisir Minangkabau.

Sejarah Awal

Pendirian benteng ini berawal dari kesepakatan antara raja-raja pesisir selatan Minangkabau dengan Belanda dalam Traktat Painan pada tahun 1663. Kesepakatan tersebut memberi hak kepada VOC untuk memonopoli perdagangan lada dan mendirikan pangkalan di Pulau Cingkuk.

Dua tahun setelah traktat itu ditandatangani, Belanda mulai membangun loji dagang, yang kemudian diperkuat dengan benteng pertahanan pada tahun 1665. Benteng ini menjadi pusat aktivitas VOC dalam mengamankan hasil lada dari wilayah sekitar sebelum dikirim ke Batavia.

Peningkatan Struktur Benteng dan Kejayaannya

Pada tahun 1709, VOC melakukan penguatan terhadap Benteng Pulau Cingkuk dengan mengganti struktur kayu menjadi tembok beton.

Benteng ini dilengkapi dengan meriam, gudang senjata, kamp prajurit, hingga penjara untuk menjaga keberlangsungan perdagangan lada yang sangat berharga kala itu. Benteng ini berbentuk tapal kuda dengan dinding kokoh yang dibangun di atas bukit karang landai, memberikan perlindungan maksimal bagi armada dagang Belanda.

Selama lebih dari satu abad, benteng ini berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan VOC di pesisir barat Sumatra.

Keberadaan benteng ini memastikan Belanda tetap mengendalikan perdagangan lada di wilayah pesisir Minangkabau dan menjaga dominasi mereka atas jalur pelayaran strategis.

Namun, kejayaan benteng ini berakhir pada tahun 1781 saat armada Inggris menyerang Pulau Cingkuk. Belanda berhasil dikelabui oleh pesaing mereka, dan serangan Inggris menghancurkan sebagian besar struktur benteng serta fasilitas perdagangan di sekitarnya.

Tidak berniat untuk menduduki pulau ini, Inggris meninggalkan Pulau Cingkuk dalam keadaan porak-poranda. Sejak saat itu, aktivitas perdagangan di pulau ini semakin meredup, seiring dengan melemahnya permintaan lada di pasar dunia.

Saat ini, Benteng Pulau Cingkuk telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat pada tahun 2011. Meskipun sebagian besar bangunannya telah runtuh, sisa-sisa benteng seperti pintu masuk, dinding yang kokoh, dan dermaga masih dapat ditemukan di lokasi. Struktur temboknya yang memanjang berbentuk tapal kuda masih menjadi bukti kejayaan masa lalu Pulau Cingkuk sebagai pusat perdagangan yang penting.

Makam Madame van Kempen: Jejak Kolonial di Pulau Cingkuk

Selain benteng, Pulau Cingkuk juga memiliki satu peninggalan menarik lainnya, yaitu makam Madame van Kempen. Makam ini diperkirakan milik seorang wanita Belanda yang merupakan istri dari seorang pejabat tinggi VOC.

Menariknya, prasasti di sekitar makam menyebutkan bahwa keluarga Madame van Kempen telah mencarinya selama lebih dari 150 tahun hingga akhirnya ditemukan pada tahun 1911. Di sekitar makam juga ditemukan pecahan keramik, botol kaca, dan uang logam yang semakin menambah nilai historis dari situs ini.


Berita Terkait

Sembunyikan Ponsel dalam Pembalut, Ibu-Ibu di Padang Ketahuan Saat Masuk Rutan

Sembunyikan Ponsel dalam Pembalut, Ibu-Ibu di Padang Ketahuan Saat Masuk Rutan

28 Januari 2026
Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar pada 28–30 Januari 2026

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sumbar pada 28–30 Januari 2026

28 Januari 2026
Pemko Padang Rapat dengan Jerman, Bahas Revitalisasi Sungai Batang Arau

Pemko Padang Rapat dengan Jerman, Bahas Revitalisasi Sungai Batang Arau

28 Januari 2026
1 Keluarga di Pesisir Selatan Hidup dengan Bantuan Rp450 Ribu, Ini Tanggapan Pemkab

1 Keluarga di Pesisir Selatan Hidup dengan Bantuan Rp450 Ribu, Ini Tanggapan Pemkab

28 Januari 2026
Waspada! Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Sumbar

Waspada! Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Perairan Sumbar

28 Januari 2026
Irigasi Rusak Akibat Banjir Bandang, Wali Kota Padang Pastikan Percepatan Pemulihan

Pemko Padang Maksimalkan Penanganan Krisis Air Bersih Pascabanjir Bandang

28 Januari 2026
Next Post
Pemudik Asal Jambi Kecelakaan di Sitinjau Lauik Akibat Rem Blong

Pemudik Asal Jambi Kecelakaan di Sitinjau Lauik Akibat Rem Blong

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Truk Trailer Muatan Pupuk Picu Laka Beruntun di Jalan Padang-Bukittinggi, Ini Identitas Sopir

Truk Trailer Muatan Pupuk Picu Laka Beruntun di Jalan Padang-Bukittinggi, Ini Identitas Sopir

26 Januari 2026

Kecelakaan Beruntun di Agam, 2 Pria Tergeletak

Kecelakaan Beruntun di Agam, 2 Pria Tergeletak

28 Januari 2026

Jalur Padang Panjang–Bukittinggi Kembali Lancar Usai Kecelakaan Beruntun

Kronologi Lengkap dan Identitas Korban Kecelakaan Beruntun di Jalur Padang-Bukittinggi

26 Januari 2026

Berikut Data Identitas Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Jalan Padang–Bukittinggi

Berikut Data Identitas Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Jalan Padang–Bukittinggi

26 Januari 2026

Ambulans Tabrak Truk di Sijunjung, Hendak Bawa Pasien ke Padang

Ambulans Tabrak Truk di Sijunjung, Hendak Bawa Pasien ke Padang

29 Januari 2026

Pemko Bukittinggi Gelar Aksi dan Konser Amal Bela Palestina, Terkumpul Donasi Rp815 Juta

Pemko Bukittinggi Gelar Aksi dan Konser Amal Bela Palestina, Terkumpul Donasi Rp815 Juta

19 Oktober 2025

Dua Warga yang Duduk di Warung Jadi Korban Kecelakaan Beruntun di Jalur Padang-Bukittinggi

Dua Warga yang Duduk di Warung Jadi Korban Kecelakaan Beruntun di Jalur Padang-Bukittinggi

26 Januari 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.