4. Daya Tarik Psikologis
Kemenangan kecil dalam perjudian menciptakan perasaan euforia yang memicu perilaku adiktif. Banyak orang merasa bahwa mereka dapat mengendalikan hasil permainan melalui strategi, meskipun hasilnya acak. Judol sering menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dari stres atau masalah kehidupan.
5. Kurangnya Edukasi dan Kesadaran
Banyak masyarakat tidak memahami risiko dan dampak negatif perjudian, seperti kecanduan, kerugian finansial, dan masalah sosial lainnya. Kurangnya informasi tentang konsekuensi hukum judi online juga membuat beberapa orang merasa aman melakukannya.
6. Pengawasan yang Lemah
Sulitnya memblokir situs judol secara efektif karena mereka dapat bermunculan kembali dengan domain baru.
Penegakan hukum yang belum maksimal terhadap platform judi online dan pemainnya juga memperparah situasi.
7. Pengaruh Lingkungan
Dalam beberapa lingkungan, berjudi dianggap sebagai hal yang wajar atau bagian dari hiburan. Ajakan teman atau kelompok sosial untuk mencoba judol dapat mempengaruhi individu. Banyak individu terlilit utang atau kehilangan penghasilan karena kecanduan berjudi.
Selain itu, konflik keluarga sering muncul akibat kerugian finansial atau perubahan perilaku seseorang yang kecanduan judi. Kemudian, stres, depresi, hingga risiko bunuh diri meningkat pada individu yang mengalami kecanduan judi.
Untuk mengurangi maraknya judol, diperlukan pendekatan komprehensif meliputi edukasi masyarakat, penegakan hukum yang tegas, serta pengembangan sistem pengawasan yang lebih baik. Selain itu, peningkatan literasi digital untuk mendeteksi platform ilegal juga menjadi kunci pencegahan.