“Singapura menjadi negara asal impor paling dominan bagi daerah kita dengan kontribusi mencapai 59,68 persen,” tutur Hasanudin.
Setelah Singapura, Malaysia menjadi negara asal impor terbesar kedua bagi Sumbar dengan porsi 24,01 persen.
Sementara itu, nilai barang yang dijual Sumbar ke luar negeri selama Januari hingga Juli 2026 mencapai US$1.937,08 juta.
“Di sisi lain, kinerja ekspor kumulatif Sumbar tetap mencatatkan performa yang sangat menggembirakan dengan nilai US$1.937,08 juta,” tutur Hasanudin.
Nilai ekspor tersebut tumbuh 21,28 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Hasanudin menerangkan bahwa industri pengolahan menjadi penopang utama kenaikan ekspor Sumatera Barat dengan nilai mencapai US$1.880,29 juta.
“Sektor industri pengolahan menjadi penopang utama peningkatan ekspor kita lewat sumbangan nilai mencapai US$1.880,29 juta,” ucap Hasanudin.
Ia mengatakan bahwa produk yang berasal dari lemak dan minyak hewan atau tumbuhan masih menjadi barang ekspor utama Sumbar. Produk tersebut menyumbang 85,78 persen dari total ekspor.















