Kabarminang — Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Limapuluh Kota, Elsiwa Fajri, menyebut kunjungan wisatawan ke Lembah Harau di Jorong Lubuk Limpato, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, menurun pada libur Lebaran tahun ini.
Ia mengatakan, sejak Minggu (22/3), rata-rata tiket yang terjual per harinya hanya 800. Angka ini lebih sedikit dibandingkan dengan 2025, di mana penjualan tiket lebih dari 1.000 per harinya. Ia menyebutkan harga tiket satu orang Rp5.000.
“Salah satu penyebabnya adalah jarak libur Lebaran yang singkat serta kondisi Sumbar yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana akhir 2025,” tuturnya kepada Sumbarkita.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan sejumlah persiapan untuk menyambut wisatawan yang datang ke berbagai destinasi di Limapuluh Kota.
“Kami tetap berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mendukung pengamanan lalu lintas di jalan menuju lokasi wisata, serta melakukan pembersihan sarana di lokasi wisata,” katanya.
Ia mengimbau kepada pengelola dan pelaku usaha pariwisata untuk meningkatkan kebersihan, keamanan, serta kenyamanan di destinasi wisata selama libur Lebaran. Imbauan tersebut mencakup peningkatan fasilitas umum, pengelolaan sampah, penataan parkir, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Kepada pengelola juga diminta untuk memperhatikan mitigasi bencana dan perkembangan cuaca guna memastikan keselamatan pengunjung,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, objek wisata Lembah Harau di Jorong Lubuk Limpato, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, dipadati wisatawan pada H+3 Lebaran Idulfitri, Senin (23/3/2026). Pantauan Sumbarkita di lokasi, pelat kendaraan didominasi BM, B, BK, dan BH. Wisatawan terlihat memadati kawasan air terjun Sarasah Bunta, Sarasah Murai, hingga Sarasah Aia Luluih. Sejumlah wisatawan terlihat menggunakan pelampung dan mandi di kawasan tersebut.
















