Kabarminang – Kediaman anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, porak-poranda setelah diserbu dan dijarah massa pada Sabtu sore (30/8).
Ribuan massa dilaporkan mengepung dan memasuki rumah politisi yang dikenal dengan julukan “Crazy Rich Tanjung Priok” itu. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, termasuk siaran langsung dari akun TikTok @m451mam, terlihat warga mengangkut barang-barang mewah dari dalam rumah Sahroni. Beberapa bahkan tampak menenteng koper, perabot rumah tangga, tas branded, hingga action figure Iron Man.
Kericuhan memuncak saat massa berhasil membobol sebuah brankas besar berisi uang tunai dalam bentuk rupiah dan dolar Singapura. Uang tersebut kemudian dilempar ke luar rumah dan dibagikan secara bebas kepada warga sekitar. Lembaran 1.000 dolar Singapura setara lebih dari Rp12 juta per lembar terlihat berhamburan di jalan, memancing kerumunan warga yang berebutan mengambilnya.
Selain uang, massa juga menjarah berbagai barang berharga milik Sahroni dan istrinya, Feby Belinda. Dua tas Louis Vuitton dan sejumlah tas Hermes senilai ratusan juta hingga miliaran rupiah raib. Sebuah mobil mewah Lexus hitam yang terparkir di garasi rusak parah dihajar massa. Bahkan sepatu olahraga Nike berwarna putih, yang diduga milik Sahroni, juga ikut dibawa kabur oleh seorang warga.
Dokumen Pribadi dan Nilai Ijazah Bocor
Tak hanya harta benda, dokumen pribadi Sahroni ikut tersebar. Salah satunya adalah foto ijazah SMP miliknya yang menunjukkan nilai rata-rata hanya 68. Dari 11 mata pelajaran, mayoritas bernilai 6, dan hanya dua mata pelajaran yang mencapai angka 7. Temuan ini langsung memicu gelombang komentar dari warganet, yang mengaitkannya dengan pernyataan kontroversial Sahroni beberapa waktu lalu.
“Orang yang bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia,” ujar Sahroni dalam sebuah wawancara, yang kini kembali viral di tengah peristiwa penjarahan ini.
Diketahui, penyerbuan ini diduga dipicu oleh kemarahan publik terhadap pernyataan kontroversial Ahmad Sahroni. Dalam beberapa kesempatan, Sahroni membela kebijakan kenaikan tunjangan DPR yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Saat kejadian, Ahmad Sahroni dan keluarganya dilaporkan tidak berada di rumah. Sebuah foto yang beredar menunjukkan dirinya tengah berada di bandara, dan disebut-sebut bertolak ke Singapura. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Sahroni maupun dari Fraksi NasDem terkait peristiwa ini.