Setelah berhasil diamankan, harimau tersebut direncanakan akan dievakuasi pada siang atau sore hari. Sebelum dipindahkan ke kandang angkut, petugas akan melakukan pembiusan terlebih dahulu.
“Pas proses evakuasi nanti mengeluarkan dari kandang jebak pindah ke kandang angkut, nanti kita bius dulu,” katanya.
Selanjutnya, harimau Sumatra itu akan dibawa ke Kantor BKSDA di Padang untuk penanganan lebih lanjut.
Terkait informasi adanya lebih dari satu harimau di kawasan tersebut, Ade menyebut pihaknya baru menemukan satu individu di lapangan meski ada laporan warga yang menyebutkan terdapat dua hingga tiga ekor harimau.
“Informasi dari masyarakat ada 2–3, tapi di lapangan kita menemukan baru satu ini,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kawasan kemunculan harimau di Palupuah dan temuan sebelumnya di Rao, Pasaman, masih berada dalam satu bentang alam yang sama, yakni kawasan Bukit Barisan.
“Sebenarnya harimau yang di Palupuah ini maupun yang di Rao Pasaman, masih dalam satu landscape Bukit Barisan,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, BKSDA mengimbau masyarakat untuk sementara waktu membatasi aktivitas di kebun dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan satwa liar.
“Kita mengimbau kepada masyarakat sementara waktu untuk tidak ke kebun, batasnya dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore, dan agar ternak dikandangkan dulu,” ujarnya.
















