Ia menyebut, sejauh ini juga terdata 23 orang mengalami sakit, seperti sakit kepala, luka ringan, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan hipertensi, serta nyeri otot. Ia menyebut, semuanya sudah mendapatkan penanganan medis.
Ia melanjutkan, ratusan orang yang masih mengungsi tersebar di beberapa lokasi, di antaranya posko, rumah keluarga, SMA 2 Sumbar, dan area parkir Aqua.
Ia menyebut, kelompok rentan menjadi perhatian khusus karena membutuhkan pemantauan kesehatan selama kondisi pascabencana, terlebih bagi warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
“Kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia membutuhkan pemantauan kesehatan lebih lanjut. Karena itu, kondisi mereka terus kami perhatikan selama masa penanganan bencana,” ujarnya.
Ia mengatakan, petugas kesehatan juga diterjunkan untuk memantau kondisi warga di lokasi-lokasi tersebut.
“Dari sisi kesehatan, kami terus melakukan pemantauan di lokasi pengungsian. Kalau ada masyarakat yang mengalami keluhan, kami upayakan segera mendapatkan penanganan,” katanya.
Ia melanjutkan, untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, Dinas Kesehatan Kabupaten Solok menyiapkan dua posko kesehatan, masing-masing di Kantor Bupati Solok dan RSUD Arosuka.
Eka menegaskan, pelayanan tidak hanya ditujukan bagi warga yang mengalami cedera atau keluhan kesehatan, tetapi juga mencakup pemantauan kondisi masyarakat secara keseluruhan selama penanganan pascabencana.





















