“Kalau seandainya permintaan masyarakat tinggi pada Pertalite bakal kami tambah stoknya. Biasanya kita siapkan dua tangki jadi tiga,” ujarnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ditemukan lonjakan pembelian maupun transaksi dalam jumlah tidak biasa setelah harga Pertamax mengalami penyesuaian.
Terkait pelayanan, Das menjelaskan pengisian BBM di SPBU Sawahan umumnya dilayani oleh dua petugas. Namun, ketika salah satu petugas beristirahat atau melaksanakan salat, pelayanan tetap berjalan dengan satu petugas yang bertugas di lapangan.
Ia menambahkan, ketersediaan Pertalite di SPBU Sawahan berkisar antara 24 hingga 32 kiloliter per hari. Sementara itu, stok Pertamax mencapai sekitar 16 kiloliter dengan penjualan normal rata-rata sekitar 8 kiloliter per hari.
Meski terdapat potensi penurunan konsumsi Pertamax akibat kenaikan harga, Das optimistis produk tersebut tetap memiliki pasar tersendiri. Menurutnya, selama ini Pertamax memiliki pelanggan tetap yang cenderung tetap memilih bahan bakar tersebut meski terjadi perubahan harga.
Pertamina Patra Niaga diketahui resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi di seluruh Indonesia. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan.















