Menurut N, masyarakat tidak hanya membeli masker untuk kebutuhan pribadi. Sebagian pembeli membeli beberapa masker sekaligus untuk digunakan anggota keluarga.
“Ada yang beli beberapa sekaligus, terutama untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Jenis masker dengan karakteristik tertentu juga lebih banyak ditanyakan pembeli. Salah satunya masker yang memiliki tali untuk hijab. Selain itu, pembeli juga cenderung mencari masker yang dinilai lebih nyaman digunakan dan memiliki kemampuan penyaringan lebih baik.
Jika jenis masker yang dicari tidak tersedia, pembeli biasanya beralih ke produk lain yang masih tersedia.
Di sisi lain, keterbatasan pasokan membuat sejumlah apotek kesulitan melakukan pemesanan ulang. Barang dari distributor tidak selalu tersedia sehingga waktu masuknya stok baru belum dapat dipastikan.
“Kalau barang dari pemasok tidak ada, kami juga tidak bisa memastikan kapan stok berikutnya masuk,” kata N.
Ia menjelaskan, kenaikan harga juga berkaitan dengan perubahan harga dari pemasok. Kondisi tersebut membuat apotek harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
“Kalau harga dari pemasok naik, tentu harga jual ikut menyesuaikan. Kami juga tergantung stok yang tersedia,” ujarnya.
Pantauan Sumbarkita di sejumlah apotek kawasan Jalan Tarandam, Jati, dan Ampang menunjukkan peningkatan permintaan masker berlangsung bersamaan dengan kenaikan harga dan mulai terbatasnya stok beberapa jenis masker.















