Kondisi itu membuat upaya mendatangkan cabai dari luar daerah dengan harga lebih rendah belum dapat dilakukan. Meski demikian, Dinas Pangan Sumbar masih mencari daerah yang memungkinkan menjadi sumber pasokan alternatif.
“Kalau ada daerah lain yang memungkinkan untuk jadi pemasok dengan harga yang terjangkau, kita akan datangkan ke Sumbar,” ujarnya.
Iqbal menjelaskan, kenaikan harga cabai saat ini berkaitan dengan kondisi produksi petani. Cuaca yang tidak menentu menyebabkan sebagian petani mengalami gagal panen sehingga pasokan cabai di pasar berkurang.
“Cuaca yang tak menentu menyebabkan banyak petani cabai gagal panen,” katanya.
Selain produksi yang terganggu, biaya yang harus dikeluarkan petani juga meningkat. Kondisi cuaca membuat petani membutuhkan lebih banyak pupuk untuk menjaga tanaman dan mencegah gagal panen, sementara harga pupuk juga mengalami kenaikan.
Menurut Iqbal, peningkatan biaya produksi tersebut turut memengaruhi harga cabai ketika sampai ke pasar.
“Pasokan cabai sedikit dan modal petani meningkat sehingga harga juga naik,” ujarnya.
Dinas Pangan Sumbar kini masih memantau perkembangan harga dan ketersediaan cabai di berbagai daerah. Pemerintah juga tetap membuka kemungkinan mendatangkan pasokan dari daerah lain apabila ditemukan sumber cabai dengan harga yang lebih terjangkau.




















