Kabarminang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melaporkan dampak banjir yang terjadi pada Senin (3/8/2026) terus bertambah. Hingga Jumat (7/8/2026), sebanyak 25.924 jiwa terdampak, 6.618 rumah terendam, serta sejumlah infrastruktur dan usaha perikanan mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengatakan warga terdampak tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 3.291 KK atau 12.554 jiwa. Disusul Kecamatan Nanggalo sebanyak 3.192 KK atau 10.567 jiwa, Kecamatan Kuranji 960 KK atau 1.052 jiwa, Kecamatan Padang Selatan 319 KK atau 1.132 jiwa, dan Kecamatan Padang Utara 161 KK atau 619 jiwa.
“Selain dampak terhadap masyarakat, kami juga mencatat sebanyak 6.618 unit rumah terdampak banjir. Rinciannya 3.192 unit di Kecamatan Nanggalo, 788 unit di Kecamatan Kuranji, 2.227 unit di Kecamatan Koto Tangah, 119 unit di Kecamatan Padang Utara, dan 292 unit di Kecamatan Padang Selatan,” kata Hendri pada Jumat (7/8/2026).
Ia menjelaskan banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur pengendali air dan fasilitas umum. BPBD mendata satu bendungan di Lubuk Laweh mengalami kerusakan berat. Kerusakan berat juga terjadi pada satu dam sungai di depan Masjid Taqwa Guo, Kecamatan Kuranji.
Selain itu, satu ruas jalan di Kecamatan Kuranji dan sebuah masjid di kawasan Guo turut terdampak akibat banjir yang melanda sejak awal pekan ini.
Menurut Hendri, sektor pertanian dan perikanan juga tidak luput dari dampak bencana. BPBD mencatat satu lahan pertanian mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, sebanyak 19 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) mengalami kerugian dengan total taksiran mencapai Rp327,04 juta.
Kerugian tersebut disebabkan benih dan ikan konsumsi hanyut maupun mati akibat banjir, serta jebolnya bendungan kolam budidaya.
Dalam upaya penanganan, BPBD bersama Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi dan pendampingan kepada warga terdampak. Hingga pembaruan data terakhir, sebanyak 250 warga berhasil dievakuasi dari lokasi banjir.













