BPBD juga mencatat satu warga mengalami luka berat akibat patah tulang dan satu warga lainnya mengalami luka ringan. Sementara itu, sebanyak 1.377 warga yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinilai aman.
Selain proses evakuasi, BPBD bersama Dinas Sosial, Baznas Kota Padang, dan sejumlah instansi lainnya telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan yang diberikan meliputi ribuan nasi bungkus, air mineral, family kit, perlengkapan anak, kasur, pakaian, kain sarung, biskuit, mi instan, susu UHT, selimut, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Meski demikian, Hendri mengakui penanganan bencana masih menghadapi sejumlah kendala. Keterbatasan personel, peralatan, dan logistik, luasnya wilayah terdampak, serta masih adanya akses jalan yang terendam banjir menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.
“Kami terus memperbarui data dampak bencana sesuai hasil asesmen petugas di lapangan. Pendataan ini menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan dan penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada karena masih terdapat potensi bencana susulan berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang apabila curah hujan tinggi kembali terjadi,” tutup Hendri.













