Kabarminang- Pasca terjangan galodo di Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (1/1/2026) dini hari, sejumlah rumah dan toko terdampak. Jalan penghubung Bukittinggi-Lubuk Basung tersebut tidak bisa dilalui.
Galodo yang membawa material batu dan kayu dilaporkan menghantam sejumlah bangunan warga. Video yang beredar di media sosial menunjukan kondisi pasca kejadian. Kondisi jalan penuh lumpur dan sejumlah rumah dan toko oleh-oleh rusak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur mengatakan tim gabungan masih disiagakan di lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan dan antisipasi dampak lanjutan.
Dia memastikan hingga laporan terakhir diterima, belum ada informasi mengenai korban jiwa akibat peristiwa galodo di kawasan Sungai Muaro Pisang tersebut. Total rumah terdampak juga belum didata.
“Laporan korban jiwa belum ada kami terima. Sampai sekitar jam tiga pagi kami masih berada di lokasi,” ujarnya.
Meski demikian, sebagian besar warga telah meningkatkan kewaspadaan setelah terdengar suara gemuruh dari arah hulu sungai sebelum galodo turun ke permukiman.
Abdul Gafur menjelaskan, suara gemuruh terdengar sekitar pukul 01.50 WIB, namun material belum langsung mencapai kawasan permukiman. Sekitar pukul 04.00 WIB, galodo dilaporkan sudah turun dan membawa material cukup besar.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Agam, Basarnas, serta unsur TNI dan Polri terus melakukan pemantauan di sepanjang aliran sungai. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga yang terdampak lebih parah serta mengantisipasi kemungkinan galodo susulan.
















