Kondisi tersebut membuat informasi mengenai penyebab pasti kematian IP belum dapat disimpulkan berdasarkan informasi sementara yang dihimpun.
Karena itu, narasi yang menyebut IP meninggal akibat narkoba atau zat tertentu belum dapat dipastikan kebenarannya dari informasi yang tersedia.
Kakak korban juga meminta agar penyebab kematian IP tidak disimpulkan secara sepihak tanpa dasar pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga meminta agar foto dan video kondisi korban yang beredar di media sosial dihentikan penyebarannya.
Keluarga Minta Foto dan Video Dihentikan
Keluarga mengaku terpukul dengan beredarnya foto dan video IP setelah kejadian. Terlebih, menurut keluarga, sejumlah informasi yang menyertai unggahan tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Keluarga meminta pengguna media sosial menghapus dan tidak kembali menyebarluaskan video maupun foto IP. Permintaan tersebut disampaikan karena keluarga ingin korban mendapat ketenangan setelah meninggal dunia.
Hingga saat ini, keluarga juga menyatakan belum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Namun, keluarga mempertimbangkan langkah hukum apabila informasi yang dinilai tidak benar mengenai IP terus disebarkan.
Jenazah Dimakamkan
Setelah proses administrasi dan surat kematian selesai, jenazah IP dibawa menggunakan ambulans menuju rumah keluarga di Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
Seorang tetangga korban yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, IP meninggal sekitar pukul 01.00 WIB di Rumah Sakit Tentara. Jenazah kemudian tiba di rumah duka sekitar pukul 03.00 WIB.
Menurut keterangan tetangga tersebut, sejumlah warga datang melayat setelah jenazah tiba di rumah duka. IP kemudian dimakamkan di Bukit Karan sekitar pukul 16.00 WIB pada Minggu (13/9/2026).















