Kabarminang – Tradisi pacu kuda di Kabupaten Padang Pariaman kembali bergeliat. Event budaya dan olahraga tradisional itu akan digelar pada 28–29 Maret 2026 di Nagari Balah Aia, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, dan diprediksi akan menarik sedikitnya 30 ribu pengunjung.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengatakan bahwa pemerintah daerah telah meninjau langsung berbagai persiapan menjelang pelaksanaan pacu kuda tersebut.
“Kami sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Pagar di sepanjang lintasan pacu kuda sudah cukup kokoh. Saat pelaksanaan nanti kami pastikan tidak ada lagi warga yang berada di lintasan pacu kuda demi keselamatan bersama,” kata John Kenedy Azis kepada Sumbarkita, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan bahwa fasilitas pendukung lainnya juga dalam kondisi baik, termasuk kandang kuda yang akan digunakan oleh peserta.
“Kandang yang disiapkan masih bagus dan mampu menampung sekitar 40 sampai 50 ekor kuda. Semua persiapan terus kita upayakan agar pelaksanaan pacu kuda ini berjalan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan ajang pacu kuda kedua yang digelar di Padang Pariaman setelah lebih dari 10 tahun kegiatan tersebut sempat vakum.
“Ini merupakan ajang pacu kuda yang kedua setelah lebih dari 10 tahun kegiatan ini tidak digelar. Alhamdulillah, dukungan masyarakat sangat besar, baik dari warga yang berada di ranah maupun para perantau,” katanya.
Ia juga mengundang masyarakat luas untuk datang menyaksikan langsung perlombaan tersebut.
“Pada kesempatan ini kami mengundang seluruh masyarakat Sumatera Barat, termasuk para perantau, untuk datang ke Nagari Balah Aia, Kecamatan Sungai Sariak. Kegiatan ini kita selenggarakan bertepatan dengan suasana Lebaran, sehingga menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus ajang silaturahmi,” ujarnya.
John Kenedy Azis memperkirakan jumlah pengunjung yang datang cukup besar.
“Kami memprediksi minimal sekitar 30 ribu pengunjung akan hadir menyaksikan pacu kuda ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Padang Pariaman, Anton Wira Tanjung, mengatakan bahwa event pacu kuda tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghidupkan kembali potensi wisata budaya di Padang Pariaman.
“Pacu kuda ini bukan hanya olahraga tradisional, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Padang Pariaman. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Anton.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan tertib.
“Kami ingin event ini sukses dan memberikan dampak positif bagi daerah. Karena itu, seluruh persiapan terus dimatangkan bersama panitia dan pihak terkait,” ujarnya.
















