Kabarminang — Empat pejabat utama Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat mengalami pergantian jabatan berdasarkan Surat Telegram (ST) Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026.
Keempat jabatan tersebut yakni Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM), Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum), Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), serta Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabidpropam) Polda Sumbar.
Kepala Bidang Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengatakan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/1877/VIII/KEP/2026 dan ST/1878/VIII/KEP/2026.
“Mutasi dan rotasi di lingkungan institusi Polri adalah dinamika yang wajar untuk meningkatkan kinerja organisasi serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Susmelawati.
Dalam mutasi tersebut, Kombes Pol Anissullah M. Ridha yang sebelumnya menjabat Karo SDM Polda Sumbar mendapat tugas baru sebagai Karo SDM Polda Sumatera Selatan.
Posisi Karo SDM Polda Sumbar selanjutnya dijabat Kombes Pol Wahyu Rohadi. Sebelumnya, Wahyu bertugas sebagai Assessor SDM Kepolisian Madya Tk. III SSDM Polri.
Pergantian juga terjadi pada jabatan Dirreskrimum Polda Sumbar. Kombes Pol Teddy Fanani yang sebelumnya menduduki posisi tersebut diangkat sebagai Dosen Kepolisian Madya Tk. II STIK Lemdiklat Polri.
Jabatan Dirreskrimum Polda Sumbar selanjutnya dipercayakan kepada AKBP Umar, yang sebelumnya menjabat Wadirreskrimum Polda Jawa Timur.
Sementara itu, posisi Dirreskrimsus Polda Sumbar yang sebelumnya dijabat Kombes Pol Andry Kurniawan juga mengalami pergantian.
Andry Kurniawan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagrendikjarlat Waketbidakademik STIK Lemdiklat Polri.
Posisi Dirreskrimsus Polda Sumbar selanjutnya diisi Kombes Pol Siswantoro, yang sebelumnya menjabat Kabidpropam Polda Sumbar.
Adapun jabatan Kabidpropam Polda Sumbar selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol Tony Pantano. Sebelumnya, Tony Pantano menjabat Kabidpropam Polda Papua Barat.
Susmelawati berharap para pejabat yang mendapat amanah baru di lingkungan Polda Sumbar dapat segera beradaptasi dengan tantangan tugas serta melanjutkan program kerja yang telah berjalan.
“Terutama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Sumatera Barat,” ujarnya.















