“Produk sawit dan turunannya sekarang bersaing ketat karena negara seperti Vietnam, Thailand, serta beberapa negara di Amerika Selatan dan Afrika juga mulai menanam sawit. Kita harus mempercepat hilirisasi agar produk Sumbar tetap memiliki daya saing tinggi,” tuturnya.
Ia menyebut, meskipun ekspor bahan baku setengah jadi serta produk pertanian dan perkebunan ke sembilan negara tujuan terhenti, Sumbar masih mencatat aktivitas ekspor ke 31 negara tujuan pada Mei 2026.
“Per mei 2026 kita masih melakukan aktivitas ekspor ke 31 negara tujuan yang didominasi oleh Bangladesh, Myanmar, dan Pakistan,” ujarnya.
















