Zul Mukhlis juga membantah anggapan bahwa ia tidak ingin mendengarkan penjelasan R maupun SD mengenai persoalan pengusiran siswa itu. Ia mengatakan bahwa pihaknya ingin mendorong kedua guru yang berseteru tersebut dalam mediasi agar keduanya dapat melihat persoalan yang telah terjadi dengan sikap lebih terbuka dan tidak terus membawa masalah lama.
“Bukan tidak mau mendengarkan penjelasan mereka. Saya ingin mereka bisa berlapang dada untuk melepaskan dan mengikhlaskan yang sudah berlalu,” ujar Zul Mukhlis.
Zul Mukhlis berharap kedua guru dapat berdamai sehingga persoalan itu tidak berlarut-larut dan mengganggu suasana di sekolah. Menurutnya, hubungan yang baik di antara guru penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman bagi siswa dan siswi.
Sejumlah pejabat Disdik Pesisir Selatan mendatangi SDN 18 Tebing Tinggi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB untuk memediasi persoalan R dengan SD. Pertemuan tersebut dipimpin Zul Mukhlis. Menurut R, terdapat lima orang dari Dinas Pendidikan yang hadir dalam pertemuan tersebut, selain dirinya, SD, dan kepala sekolah.
R mengatakan bahwa dalam pertemuan itu Zul Mukhlis meminta persoalan diselesaikan di tingkat sekolah. Ia kemudian ditanya kesediaannya untuk berdamai dengan SD.
Menurut R, Zul Mukhlis menyampaikan bahwa ia tak mau mendengarkan alasan tentang permasalahan antara R dan SD, tetapi hanya mau permasalahan itu selesai hari itu.
R mengaku bersedia menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, ia mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang diminta untuk berdamai.
Menurut R, Zul Mukhlis meminta R untuk menghapus video yang telah beredar di media sosial dan meminta R untuk menandatangani surat pernyataan.
















