”Karena merasa panik, korban langsung keluar rumah mencari pertolongan sambil menggendong bayinya,” tutur Sepri.
Upaya awal pemadaman oleh warga setempat sempat terkendala oleh kondisi lingkungan di sekitar tempat kejadian perkara.
”Sumber air di lokasi cukup jauh dan posisi rumah berada di tengah kebun sawit, sehingga api dengan cepat melalap seluruh bangunan,” kata Sepri.
Petugas pemadam kebakaran yang meluncur ke lokasi juga menghadapi hambatan akses infrastruktur jembatan penyeberangan.
”Armada mobil damkar kapasitas 4.000 liter tidak bisa mencapai lokasi karena terhalang jembatan gantung sempit berkapasitas maksimal 1,5 ton, sehingga personel terpaksa menggunakan sepeda motor sejauh 500 meter dengan alat seadanya,” jelas Sepri.
Sepri menyampaikan bahwa api berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah petugas bersama masyarakat bahu-membahu melakukan pendinginan hingga pukul 17.30 WIB, meski seluruh bangunan ludes dengan taksiran kerugian mencapai Rp80 juta.













