Kabarminang – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke-16 dipastikan akan digelar pada 2 hingga 14 Oktober 2026. Ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu kembali diselenggarakan setelah mengalami masa vakum selama delapan tahun.
Ketua Panitia Pelaksana Porprov Sumbar 2026, Septri, mengatakan kepastian jadwal pelaksanaan tersebut telah disepakati bersama seluruh pemangku kepentingan olahraga di Sumatera Barat. Menurutnya, Porprov kali ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali pembinaan dan prestasi atlet daerah.
“Kami sudah menetapkan jadwal resmi. Porprov ke-16 ini akan berlangsung selama dua pekan di bulan Oktober,” kata Septri kepada Sumbarkita, Rabu (17/6/2026).
Septri menjelaskan, Porprov terakhir kali digelar di Kabupaten Padang Pariaman pada 2018. Setelah itu, pelaksanaan ajang yang seharusnya berlangsung setiap dua tahun tersebut terhenti akibat sejumlah kendala.
Ia menyebut pandemi Covid-19 menjadi faktor utama yang menyebabkan terhentinya pelaksanaan Porprov dalam beberapa tahun terakhir.
“Event ini sempat mandek cukup lama karena hantaman pandemi Covid-19 yang menghentikan semua aktivitas publik,” ujar Septri yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar.
Selain pandemi, ia mengakui persoalan pendanaan di sejumlah daerah serta dinamika internal organisasi olahraga turut menjadi penyebab tertundanya pelaksanaan Porprov.
“Kendala pendanaan di sejumlah daerah serta adanya dinamika konflik internal di tubuh kepengurusan KONI sebelumnya ikut memperpanjang masa vakum event ini,” tuturnya.
Menurut Septri, absennya Porprov selama sewindu berdampak signifikan terhadap pembinaan atlet dan prestasi olahraga Sumatera Barat. Tidak adanya kompetisi berjenjang membuat proses pemantauan dan pengembangan atlet potensial menjadi terganggu.
“Absennya Porprov berdampak langsung pada penurunan drastis prestasi olahraga Sumatra Barat di tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia mencontohkan hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumatera Utara yang menunjukkan penurunan prestasi kontingen Sumbar.
“Pada PON terakhir di Aceh-Medan, posisi kontingen Sumbar terpuruk hingga ke peringkat 24. Ini menjadi evaluasi besar bagi kita semua,” katanya.
Melalui Porprov 2026, KONI Sumbar berharap sistem pembinaan atlet dapat kembali berjalan optimal. Ajang tersebut juga akan menjadi wadah penjaringan atlet potensial untuk menghadapi berbagai kompetisi nasional pada masa mendatang.
“Porprov tahun ini adalah jawaban untuk mengembalikan kejayaan olahraga Sumbar dan memperbaiki peringkat kita di level nasional,” pungkas Septri.
















