– Penggunaan Dana Nagari: Bupati menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan anggaran. Pengawasan internal dan partisipasi publik sangat dibutuhkan demi transparansi dan akuntabilitas.
– Pemanfaatan Teknologi: Inovasi berbasis teknologi informasi dinilai krusial untuk meningkatkan pelayanan dan administrasi pemerintahan nagari.
Selain itu, Bupati mengingatkan pentingnya komunikasi aktif antara Wali Nagari dan masyarakat dalam menghadapi isu sosial seperti stunting, narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta pengawasan hiburan malam untuk menjaga ketertiban sosial.
“Perangkat nagari harus disiplin, terbuka, dan responsif terhadap aspirasi warga. Pemerintah Kabupaten siap mendukung melalui pelatihan dan pendampingan teknis,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para Wali Nagari dalam menghadapi berbagai tantangan. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus berinovasi, bekerja keras, dan menjaga amanah dalam membangun daerah.
“Jika nagari kuat, maka kabupaten juga akan kuat. Mari kita lanjutkan kerja sama ini demi masa depan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat,” pungkasnya.