Zahira terus bercerita kepada bupati. Ia menyampaikan bahwa ia pernah tinggal di Tambago, Payakumbuh. Ia belajar di TK Padang Kaduduak. Kemudian, ia ikut dengan ibunya ke Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota, untuk bekerja di pabrik kertas telur. Di sana ia bersekolah di SD Negeri 01 Batu Payuang.
Setelah Zahira tamat SD, pabrik kertas telur tempat ibunya tutup. Ia mengatakan bahwa ibunya kemudian pindah ke Situjuah Batua. Karena itulah, ia bersekolah SMP di nagari itu.
“Kami tinggal di Situjuah baru 2,5 tahun,” ucapnya.
Perihal masalah kewarganegaraan ibunya, Zahira bercerita bahwa ibunya dideportasi ke Malaysia pada 2024 karena dianggap oleh Imigrasi Indonesia berkewarganegaraan Malaysia. Namun, menurut Nur Amira, di Malaysia ia dideportasi ke Indonesia. Ibu Nur Amira, Nur Aini, dideportasi dari Malaysia ke Singapura.
Sesudah deportasi pada 2024 itu, kata Zahira, dokumen kependudukan Nur Amira berupa KTP dan kartu keluarga, yang didalamnya juga ada nama Zahira, diblokir oleh Dinas Kependukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Payakumbuh. Dalam proses pengurusan untuk membuka blokir dokumen kependudukan itu, Nur Amira datang ke Imigrasi Agam di Baso belasan hari yang lalu. Saat itulah Nur Amira langsung ditahan karena menurut Imigrasi ada laporan masuk dari masyarakat tentang warga negara asing.
Untuk mengupayakan harapan Zahira agar ibunya tidak dideportasi, Safni meminta Badan Kesbangpol Limapuluh Kota untuk berkoordinasi dengan Disdukcapil Payakumbuh sebab Zahira dan Nur Amira terakhir kali ber-KTP Payakumbuh. Ia juga meminta jajarannya untuk berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Agam dan Pemko Payakumbuh.
Kalau diizinkan oleh aturan, kata Safni, atas nama kemanusiaan, ia siap untuk memberikan jaminan supaya Zahira dan Nur Amira tidak dipisahkan.
“Cobalah ini dikoordinasikan ke Imigrasi Agam. Kapan perlu, kita datang ke Imigrasi Agam. Kita bawa nanti Wali Kota Payakumbuh untuk ikut memberikan jaminan karena Zahira dan ibunya terakhir kali memiliki dokumen kependudukan yang diterbitkan Disdukcapil Payakumbuh,” tutur Safni kepada jajarannya.
















