Kabarminang — Polres Tanah Datar menjelaskan masalah kasus scam atau penipuan terorganisasi yang menimpa seorang polisi di polres tersebut. Polisi tersebut bukanlah korban penipuan. Ia justru menjebak pelaku agar dapat diidentifikasi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Datar, AKP Surya Wahyudi, mengatakan bahwa dalam laporan polisi memang disebut bahwa polisi berinisial AK tersebut sebagai korban. Pihaknya sengaja tidak menyampaikan kepada publik bahwa polisi tersebut berperan sebagai penjebak pelaku karena hal tersebut merupakan skenario penyelidikan kepolisian untuk mengungkap pelaku scam.
“Jadi begini: sebelumnya ada dua warga Tanah Datar yang melapor ke polres sebagai korban scam. Kami tidak bisa melacak keberadaan pelaku karena nomor ponsel pelaku tidak aktif lagi sebab korban tidak langsung melapor ke polres setelah kena tipu. Ketika ada pelaku scam yang menghubungi anggota polres, dia langsung berkoordinasi dengan kami sehingga saat itu juga pelaku dapat diindentifikasi melalui nomor ponselnya,” ujar Surya kepada Kabarminang.com pada Minggu (8/3/2026).
Setelah berkoordinasi dengan tim Satuan Reserse Kriminal Polres Tanah Datar, kata Surya, AK mengikuti pola pelaku dengan mengirimkan sejumlah uang yang diminta pelaku. Karena masih ada kendala pelacakan, AK tetap mengikuti permintaan penipu untuk mengirimkan lagi sejumlah uang yang tujuannya untuk memastikan posisi pelaku.
“Namun, karena rekening kedua pelaku berbeda dan kami belum memastikan keberadaan mereka, AK mentransfer untuk ketiga kalinya ke rekening pelaku agar tim bisa menemukan jejak pelaku. Saat jejak pelaku sudah didapatkan, AK membuat laporan ke polres selaku korban,” tutur Surya.
Setelah menangkap keempat pelaku, kata Surya, pihaknya tidak membuat cerita tentang rangkaian penyelidikan tersebut di dalam laporan polisi yang dirilis kepada wartawan, tetapi hanya membuat AK sebagai korban scam.
“Itu merupakan rangkaian penyelidikan kami untuk mengikuti pola penipu agar bisa menemukan pelaku karena sudah sekian laporan tentang scam dari warga yang masuk ke polres, tetapi tidak terungkap karena saat laporan dibuat, nomor HP pelaku tidak aktif lagi,” ujar Surya.
Setelah menangkap empat pelaku, kata Surya, pihaknya akan menelusuri rekening tujuan akhir pelaku scam mentransfer uang. Pihaknya akan mencari tahu hal itu ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.
















