Kabarminang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengeluarkan prakiraan cuaca untuk Sumbar periode 3–5 April 2025. Lembaga itu mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
Berdasarkan data BMKG, pada Kamis (3/4) cuaca di Sumbar akan bervariasi dari cerah berawan di pagi hari hingga hujan ringan pada siang dan sore hari. Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kepulauan Mentawai dan Solok Selatan. Sementara itu, pada malam hingga dini hari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi di Lima Puluh Kota, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Pada Jumat (4/4) cuaca pagi diprediksi tetap cerah berawan. Namun, hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur siang hingga sore di Kepulauan Mentawai, Agam, Tanah Datar, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya. Pada malam hari hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih akan terjadi di Dharmasraya.
Sementata itu, pada Sabtu (5/4) BMKG memperkirakan hujan ringan dapat terjadi di Kepulauan Mentawai pada pagi hari. Pada siang dan sore hari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi di Tanah Datar, Pasaman, dan Solok Selatan.
Malam hari hujan sedang hingga lebat diperkirakan mengguyur Pasaman, Lima Puluh Kota, dan Sijunjung, sementara dini hari berpotensi hujan sedang hingga lebat di Kepulauan Mentawai.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di wilayah terdampak agar waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem. Angin kencang dengan kecepatan 4–32 km/jam diperkirakan bertiup dari arah barat daya hingga barat laut. Sementara itu, suhu udara di Sumbar diprediksi berkisar antara 18–31°C dengan kelembaban udara mencapai 65–99%.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor. Selain itu, pengguna transportasi laut dan nelayan juga diharapkan memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas,” ujar prakirawan BMKG Minangkabau.