Kabarminang — Banjir bandang atau galodo kembali melanda Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, sebanyak lima kali dalam satu hari pada Kamis (1/1/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur, mengatakan peristiwa tersebut terjadi dalam rentang waktu 01.30 WIB hingga 16.20 WIB. Galodo dipicu oleh longsor di sejumlah titik.
Ia mengatakan, material lumpur, kayu, dan bebatuan menutupi badan jalan utama penghubung Lubuk Basung–Bukittinggi sekitar 30 meter dengan ketinggian mencapai satu meter, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
“Material tersebut menutupi badan jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian sekitar satu meter, sehingga jalan tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Selain menutup akses jalan, galodo juga menyebabkan kerusakan berat pada empat rumah, tiga kedai, serta dua unit vila.
“Dampak galodo hari ini turut meningkatkan jumlah warga yang harus mengungsi. Sebelumnya 100 kepala keluarga (KK) dengan 314 jiwa, kini menjadi 160 KK dengan total 428 jiwa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan assessment dan pendataan sejak laporan kejadian diterima, dan petugas turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi terkini serta mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat di sekitar lokasi terdampak tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil pascakejadian,” ujarnya.
















